28 Apr 19:17

Begini Kemeriahan Festival Seni Bela Diri Dunia di Purwakarta

Untuk pertama kalinya Pemkab Purwakarta menggelar Festival Seni Bela Diri Dunia 'Show Performance Martial Art' 2016. Festival yang menggundang lima negara sahabat itu bukan hanya pertama di Purwakarta namun juga yang pertama di Indonesia bahkan Asia.

Pada gelaran yang dimulai Sabtu (2/4/2016) pukul 20.00 WIB itu berlangsung meriah. Tercatat sedikitnya 15 ribu warga Purwakarta dan luar kota lainnya hadir untuk menyaksikan festival yang dikhususkan bagi para pendekar kelas dunia itu.

Sebagai penampil pertama tuan rumah menyuguhkan silat dari Padepokan Tali Suci yang merupakan asuhan dari Bupati Purwakarta. Mereka yang rata-rata masih berusia muda berhasil memukau dengan kecekatan dan ketangkasan ala silat sunda.

Giliran kedua adalah penampilan actor laga Indonesia, Cecep Arif Rahman, yang membawa anak buahnya dari Padepokan Panglipur. Berbagai macam atraksi mulai dari tangan kosong hingga pertunjukan senjata tajam berhasil memukau para pengunjung.

Setelah sempat jeda beberapa saat pertunjukan pun kembali dilanjutkan dengan penampilan artis laga The Raid, Iko Uwais, bersama belasan pendekar silat lainnya. Iko dan kawan-kawannya pun kembali membuat takjub dengan gerakan atraktif menggunakan senjata karimbit yang sering diperagakan dalam berbagai film yang dibintanginya.


Puas dengan pertunjukan berabgai macam atraksi pencak silat, kali ini penonton pun disuguhkan dengan atraksi para master karate yang dibawa langsung dari Jepang. Meski para master ini telah berusia lanjut namun semangat untuk menghibur warga yang datang tak membuat mereka kelelahan.

Kemudian pertunjukan pun dilanjut dengan penampilan kontingen asal India yang membawakan seni bela diri kalaripayattu yang diklaim sebagai bela diri tertua di dunia. Mereka berhasil memukau penonton lewat pertunjukan kelenturan tubuh dan pertarungan menggunakan pedang dan tameng khas tanah bollywood.

Sekira dua puluh menit menghibur, giliran satu-satunya kontingen dari luar Asia yakni Brazil yang mempertontonkan aksi capoira. Liuk-liuk tubuh dan gerakan kaki yang atraktif dengan sedikit acrobat pun langsung mengundang riuh tepuk tangan penonton.

Menjelang penutupan, kontingen China pun berhasil menghibur penonton dengan atraksi bela diri, keahlian senjata tajam, dan keahlian pernafasan khas kungfu shaolin. Bahkan dalam pertunjukannya pendekar kungfu yang paling kecil menantang Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, untuk menarik sebuah mangkok yang menempel di perutnya. Dedi yang mendapat tantangan pun maju ke tengah panggung, namun dia tak berhasil menarik mangkok berwarna silver tersebut.


Penampilan terakhir adalah giliran kontingen Korea Selatan yang membawakan pertunjukan seni bela diri taekwondo. Sebagai penutup, kontingen asal negeri gingseng ini berhasil membuat penonton berteriak riuh, tempuk tangan, hingga standing applause karena berhasil memadukan seni bela diri dengan drama bahkan hingga diiringi lagu K-Pop.

"Tahun depan kita adakan lagi festival ini. Saat ini saja ada lima negara sahabat yang ikut, kemungkinan tahun depan akan lebih ramai dengan kehadiran negara sahabat lainnya yang juga memiliki seni bela diri," tukas Bupati Dedi.