23 Aug 17:13

Belajar Bentang Sejarah Jawa Barat Melalui Museum Diorama

Kata siapa mengunjungi museum itu membosankan? Di Purwakarta, mengunjungi museum bisa menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan tanpa harus melupakan sisi edukasi tentang nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah sejarah. Belajar tidak harus membosankan, bukan?

Bale Panyawangan Diorama atau Museum Diorama menawarkan pengalaman belajar yang berbeda. Narasi-narasi sejarah yang ada di Museum ini dibangun secara interaktif melalui media digital sehingga membuat pengunjung seakan-akan ikut terbawa dalam suatu periode sejarah yang sedang diceritakan.

Museum Diorama merupakan tempat yang tepat bagi anak-anak untuk belajar sejarah karena Museum ini dilengkapi juga dengan berbagai macam aktifitas seru, seperti mendayuh sepeda onthel mengelilingi kota melaluivirtual reality atau mengenal berbagai macam potensi daerah di setiap kecamatan di Purwakarta melalui layar sentuh. Di museum ini juga terdapat sebuah Teater mini yang digunakan untuk menonton film-film tentang sejarah Purwakarta.

Diresmikan 2 tahun lalu oleh Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, Museum yang berada tepat di jantung ibu kota Purwakarta ini merupakan bentuk dari kepedulian masyarakat Purwakarta terhadap sejarah budaya Nusantara dan juga sejarah budaya Sunda.­­

Dalam museum ini terdapat sembilan narasi besar sejarah yang digambarkan ke dalam sembilan bagian ruangan dalam museum, yaitu :

  1. Bale Prabu Maharaja Linggabhuwana, menyajikan Sejarah Tatar Sunda.

  2. Bale Prabu Niskala Wastukancana, menampilkan sosok para pemimpin Purwakarta

  3. Bale Prabu Dewaniskala, menggambarkan Purwakarta pada masa pengaruh Mataram, VOC dan Hindia Belanda dalam rentang waktu tahun 1620-1799

  4. Bale Prabu Ningratwangi, menyajikan Purwakarta pada masa Hindia Belanda tahun 1800-1942

  5. Bale Prabu Jayaningrat, menampilkan gambaran Purwakarta pada masa pergerakan nasional dan masa pendudukan Jepang

  6. Bale Prabu Ratudewata, menyajikan keadaan Purwakarta pada masa kemerdekaan 1945-1950, dimulai dengan Peristiwa Rengasdengklok, dan pada jaman Demokrasi Liberal tahun 1950-1959

  7. Bale Prabu Nilakendra, menampilkan Purwakarta pada masa Demokrasi Terpimpin 1959-1967

  8. Bale Prabu Surawisesa, menyajikan Purwakarta pada masa pemerintahan 1968-1998, serta Era Reformasi 1998 hingga sekarang

  9. Bale Ki Pamanah Rasa, memberikan gambaran “Digjaya Purwakarta Istimewa” tahun 2008-2018.

Museum Diorama beroperasi setiap hari. Senin-Jumat dari pukul 09.00-15.00 WIB. Sedangkan Sabtu-Minggu dari pukul 09.00-13.00 WIB. Mari berkunjung ke Museum!