25 Sep 20:33

Bingung Biaya Operasi Adik, Pemuda Bogor Ini Nekat SMS Bupati Purwakarta

Saripudin (20) pemuda asal Kampung Cigaracak Desa Cariu Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor nekat menghubungi Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi melalui layanan SMS Center 08121297775. Kenekatan yang dia lakukan ini dilatarbelakangi oleh rasa bingung karena adik Saripudin, Feri Wijaya (14) harus dioperasi karena penyakit usus buntu di Rumah Sakit Permata Jonggol.

Saat dikonformasi, Sarip begitu dia disapa, mengetahui nomor SMS Center milik Bupati yang selalu mengenakan pakaian khas Sunda tersebut dari halaman resmi Fanpage Facebook ‘Kang Dedi Mulyadi’ miliknya. Isi sms yang berisi permintaan tolong pelunasan biaya operasi untuk adiknya tersebut akhirnya dia kirimkan malam tadi Minggu (2/10).

“Saya dapat nomor Pak Dedi dari Fanpage-nya. Mau minta tolong saja untuk biaya operasi adik saya. BPJS tidak bisa menanggung seluruh biaya operasi, ada selisih yang tidak mampu saya bayar”. Ungkap Sarip saat ditemui.

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai buruh tani tersebut telah lama menjadi tulang punggung keluarga, dia membiayai kebutuhan ibu dan kedua adiknya setelah ayahnya meninggal dunia beberapa waktu yang lalu. Keluh kesah kehidupannya sehari-hari ini pun sempat dia kemukakan dalam pertemuan dengan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi malam itu juga.

“Iya cuma bisa jadi buruh tani untuk bisa hidup sehari-hari. Kakak saya kan sudah berkeluarga, jadi saya jadi tulang punggung untuk mereka, biaya hidup kedua adik dan ibu saya ditanggung oleh saya karena bapak sudah lama meninggal”. Keluh Sarip.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi kemudian merespon keluhan Sarip tersebut tak lama setelah menerima SMS Center yang sekaligus terkoneksi langsung dengan Handphone pribadinya. Dedi pun sempat mengungkapkan isi obrolannya dengan pemuda tersebut.

“Tadi memang ada keluhan, biaya operasi Rp11 Juta hanya bisa ditangani oleh BPJS sebesar Rp7 Juta. Ada selisih Rp4 Juta yang harus dibayarkan. Siap kami bantu plus bekal Rp2 Juta untuk Sarip selama menemani adiknya di Rumah Sakit”. Kata Dedi.

Selain diberi bantuan berupa uang tunai, Sarip pun akan diberi bantuan berupa hewan ternak domba oleh Dedi. Meski bukan warga Purwakarta, Dedi mengaku tidak mempersoalkan keluhan Sarip karena hal tersebut dilakukannya dalam rangka memikul tanggul jawab sebagai keluarga.

“Saya tambahin tiga ekor domba dan dua ekor ayam. Gak jadi soal, yang penting kita niat membantu meskipun Sarip bukan warga Purwakarta. Meminta tolong itu salah satu bentuk tanggung jawab sebagai keluarga kalau kita tidak mampu. Gak ada salahnya. Kasihan kan sehari-hari jadi buruh tani, kuli di penggilingan padi dan kuli memanggung batu”. Pungkas Bupati yang akrab disapa Kang Dedi tersebut. (*)