30 Apr 10:20

Bupati Purwakarta Ajak Pelajar Praktik Menghitung Pembangunan Jalan

Tidak kurang dari tiga mobil angkutan kota dikerahkan untuk membawa satu kelas siswa SMAN 2 Purwakarta. Siswa kelas XII ini sengaja dibawa oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi ke sebuah proyek pembangunan jalan di kawasan industri Kecamatan Babakan Cikao Purwakarta hari ini Kamis (15/9).

Langkah ini diambil oleh Dedi karena geram melihat proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di hampir semua sekolah yang lebih mengedepankan metoda klasikal di dalam kelas. Alhasil, siswa yang berkonsentrasi pada bidang Ilmu Pengetahuan Alam tersebut belajar secara langsung mulai dari mengukur panjang dan lebar jalan, sampai menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pembangunan jalan tersebut.

Salah seorang siswi sekolah tersebut Atania Jannatin (17) mengaku senang bisa belajar secara langsung. Menurut dia, teori matematika dapat dia aplikasikan untuk menghitung volume jalan yang sedang dia teliti. Karena turun langsung ke lapangan, dia mengaku lebih faham cara pegawai Dinas Bina Marga Purwakarta yang bertugas sebagai pengawas pembangunan.

“Iya disini kami bisa belajar langsung. Tadi sempat ambil sampel panjang jalan 50 meter, lebarnya 6 meter, dari sana bisa kita ketahui luasnya 300 meter persegi. Ketebalan jalan ini  juga diukur pake alat ‘Coredrill’. Terus kami tanyakan juga biaya per meter persegi nya berapa”. Jelas siswi yang akrab dipanggil Ata ini.

Tanggapan positif pun datang dari Aris Kusumah, guru pembimbing yang mendampingi siswa sekolah tersebut. Menurut dia langkah yang dilakukan oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi ini sangat bagus untuk mengedukasi siswa agar membangun logika inheren antara teori di sekolah dan praktik di lapangan. Bukan hanya matematika tambah Aris, teori Fisika dan Kimia pun memiliki keterkaitan dengan praktik kali ini.

“Alhamdulillah, ini baru pertama kali tapi saya yakin out put-nya akan bagus jika berkelanjutan. Siswa mampu mengaplikasikan teori yang sudah mereka dapat di kelas kalau sering dibawa ke lapangan. Semua disiplin ilmu itu ada praktiknya”. Pungkas Aris.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi pun saat ditemui di lokasi kegiatan mengatakan selain memiliki korelasi antara teori dan praktik, cara ini juga dia yakini dapat mengedukasi siswa untuk tidak melakukan korupsi karena disini mereka diajarkan perhitungan cermat tentang jalan sehingga mencegah penyalahgunaan anggaran.

“Hasil kegiatan ini dapat mereka jadikan bahan diskusi di kelas. Mereka sudah mengetahui anggaran biaya jalan ini berapa, komposisi material cor beton nya seperti apa, bisa mereka lakukan uji lab. Hitungannya juga cermat, mereka belajar akuntabilitas agar tidak korupsi”. Pungkas Bupati yang akrab disapa Kang Dedi tersebut. (*)