27 Jun 17:31

Dedi Mulyadi Meminta Perusahaan Mempublikasikan Lowongan Kerja Secara Terbuka

Salah satu sektor yang masih menjadi pekerjaan rumah di Kabupaten Purwakarta adalah Pengangguran. Terbukti ketika kita mengakses search engine Google dengan Keyword Purwakarta, Lowongan Kerja masih menjadi Keyword favorit yang menghiasi Google Trend. Ini menjadi salah satu indikator tingginya angka Pengangguran di Kabupaten kedua terkecil di Jawa Barat ini.

Dalam rangka menekan angka Pengangguran ini, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi segera membangun Sistem Informasi Lowongan Kerja Terbuka yang diperuntukan khusus untuk para pencari kerja. Menurut dia, semua lowongan kerja yang ada di seluruh Perusahaan di Kabupaten Purwakarta harus dapat diakses melalui web www.purwakartakab.go.id. Hal ini dia ungkapkan di sela pemaparan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Purwakarta Tahun 2015 Hari ini Rabu (30/3) di Ruang Sidang Utama DPRD Purwakarta.

Dedi berujar bahwa banyak laporan yang ia terima terkait dengan kesulitan mendapatkan informasi lowongan pekerjaan di Purwakarta. Laporan warga tersebut ia peroleh melalui SMS Center 08121297775, Fanspage Facebook Kang Dedi Mulyadi maupun Twitter @DediMulyadi71. “sering sekali terima mention di Twitter dari follower yang meminta pekerjaan, komen Facebook pun begitu, saya posting apa, mereka komen nya soal minta pekerjaan. Ini kan persoalan yang harus segera diselesaikan”. Ujar Dedi menjelaskan.

Saat ditanya alasannya membangun sistem informasi lowongan kerja secara terbuka, Dedi menuturkan bahwa selama ini informasi lowongan kerja hanya dapat diakses oleh lingkungan sekitar pabrik bahkan dikelola oleh oknum lembaga setempat. “Kelemahan sistem tenaga kerja kita, pola rekrutmen nya masih tertutup, hanya diketahui segelintir orang, belum lagi oknum lembaga yang “menguasai” daerah sekitar perusahaan kerap meminta uang pada para pelamar pekerjaan. Maka kami buat sistem nya secara terbuka melalui sistem online, siapapun bisa mengaksesnya, dengan warga Purwakarta sebagai prioritas untuk diterima bekerja di Perusahaan itu”. Kata Dedi menjelaskan.

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial mengungkapkan bahwa sebelum program ini disampaikan oleh Bupati Purwakarta, pihaknya telah menerima instruksi agar melakukan pengecekan terhadap seluruh organisasi Karang Taruna yang disinyalir terdapat beberapa oknumnya yang menjadi Calo Tenaga Kerja dengan bayaran sejumlah uang. “Ini follow up dari langkah yang kemarin kita lakukan, tim turun ke lapangan lakukan pengecekan, sudah didapat hasilnya. Program Pak Bupati ini solusi cerdas untuk menghadapi Calo Tenaga Kerja yang kerap “bermain mata” dengan HRD Perusahaan”. Kata Titov Firman menutup. (*)

Tag