26 Sep 19:54

Festival Walungan Cikao ; Cara Kang Dedi Mulyadi Agar Tidak Menambah Beban Sungai Citarum

Ikhtiar Pemerintah Kabupaten Purwakarta untuk kembali menghidupkan ‘Kampung Parahu’ yang berada di bantaran Sungai Cikao nampaknya bukan isapan jempol belaka. Melalui sebuah kegiatan yang bertajuk ‘Festival Walungan Cikao’ yang dihelat hari ini Minggu (18/12), Pemkab Purwakarta memulai langkahnya untuk mewujudkan program barunya tersebut.

Festival yang baru pertama kali digelar ini menghadirkan puluhan perahu yang sudah dihias oleh para peserta. Seluruh peserta membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk menyusuri rute sepanjang 5 KM dari Jembatan Cilalawak Desa Kadumekar Kecamatan Babakan Cikao menuju Kampung Talibaju Desa Cikao Bandung Kecamatan Jatiluhur Purwakarta.

Berdasarkan pantauan, seluruh warga tampak antusias memadati bantaran Sungai Cikao untuk menyapa Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang juga turut serta bersama para peserta lomba tersebut.

Festival yang digelar atas inisiatif pria yang selalu mengenakan pakaian khas Sunda tersebut ini pun memiliki tujuan sebagai wisata refleksi sejarah, sebagaimana diketahui, Sungai Cikao dan Cikao Bandung merupakan jalur favorit yang digunakan oleh pedagang cina pada masa lalu untuk mendistribusikan barang dagangannya ke seantero tanah Sunda.

“Untuk mengingatkan kepada kita sekalian bahwa Sungai Cikao dan Cikao Bandung ini memiliki sejarah panjang dalam perdagangan pada masanya,” ungkap Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi di lokasi Festival.

Selain itu, revitalisasi Sungai Cikao menjadi kawasan wisata menurut dia merupakan salah satu kampanye agar sungai ini tidak menambah masalah baru pada Sungai Citarum yang merupakan sungai terpanjang di Jawa Barat. Aneka program selain festival telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta berupa pelarangan penambangan pasir, festival kuliner cikao dan perbaikan infrastruktur.

“Intinya kami tidak ingin menambah masalah bagi Sungai Citarum,” katanya menambahkan.

Festival Walungan Cikao ini selain diisi oleh parade puluhan perahu juga diisi oleh lomba dayung tradisional dan perahu tempel. Jadwal rutin untuk kegiatan ini telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

Salah seorang warga Cikao Bandung Ano (46) yang berprofesi sebagai pengemudi perahu tempel menyambut baik program baru yang diinisiasi oleh Pemkab setempat itu. Ia berujar daerahnya yang kini ditetapkan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan dapat meningkatkan kesejahteraan warga sekitar.

“Kami disini menyambut baik, semoga kehidupan ekonomi kami menjadi lebih sejahtera,” pungkas Ano. (*)