23 Aug 17:10

Ini Kata Kapolda Jabar Setelah “Alak-Ilik” Hasil Pembangunan Purwakarta

Kedatangan Kapolda Jawa Barat Irjend Pol Anton Charliyan ke Purwakarta ternyata bukan sekedar dalam rangka menjalin silaturahmi dengan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Semalam, pria kelahiran Tasikmalaya tersebut juga terpantau “alak-ilik” atau melihat-lihat hasil pembangunan yang sudah berhasil dilakukan di kabupaten terkecil kedua di Jawa Barat tersebut.

Anton didampingi oleh Bupati dan Kapolres Purwakarta AKBP Hanny Hidayat malam tadi, Kamis (6/4) melihat dua diorama digital yang menceritakan tentang sejarah kesundaan dan nusantara. Kedua diorama tersebut terletak di Jalan KK Singawinata Purwakarta.

Usai berkeliling, pujian terhadap kedua diorama itu terlontar dari Anton. Dirinya merasa kagum atas proses pembangunan yang sudah dilakukan di Purwakarta. Dua hal menjadi sorotan Anton malam tersebut yakni, falsafah kesundaan yang kental dalam diorama dan kecangggihan teknologi yang berhasil menampilkan nilai sejarah secara informatif.

“Museum Diorama ini sangat unik dan  istimewa. Saya kira harus menjadi inspirasi bagi kepala daerah lain, mereka tidak boleh sungkan untuk datang ke Purwakarta. Tadi Kang Dedi sempat menyampaikan akan ada Diorama Polisi, saya sih berharap lebih canggih dan bagus dari Museum Polisi di Jakarta,” ungkap Anton.

Anton pun berujar, selain mengedepankan aspek utilitas atau  kegunaan, produk pembangunan yang dihasilkan oleh kepala daerah pun harus menjunjung nilai estetika. Sehingga, unsur pengetahuan dan kesenian dapat dipadukan dalam sebuah sajian informasi yang tidak membosankan.

“Kita harus jujur, program semacam ini layak ditiru sehingga seluruh daerah bisa saling menguatkan dan memajukan. Kepemimpinan yang kreatif dan inovatif juga bisa menghasilkan produk yang estetis,” katanya menambahkan.

Pujian yang sama terlontar dari Anton usai menyaksikan pertunjukan Air Mancur Taman Sri Baduga. Khusus soal air mancur, Ia berujar bahwa pertunjukan yang baru saja dia saksikan itu bukan kelas daerah tetapi kelas nasional bahkan internasional.

“Kembali lagi, ini produk inovatif dan kreatif, sudah seharusnya menjadi ikon nasional bahkan internasional,” puji Anton.

Mendapat hujan pujian dari Kapolda Jawa Barat, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengucapkan terima kasih. Ia berujar bahwa apa yang dia lakukan di Purwakarta hanya merupakan darma bakti sebagai putra Sunda.

“Saya terima kasih kepada Pak Kapolda, ini suplemen bagi saya untuk tetap semangat dalam bekerja, karena sudah merupakan kewajiban saya sebagai orang Sunda untuk berlaku seperti ini. Alhamdulillah, kalau berhasil diterima semua orang,” pungkasnya. (*)