23 Aug 17:15

Mengenal Keistimewaan Purwakarta

Slogan Purwakarta Istimewa bukan berarti Purwakarta ingin berbangga diri dengan daerah sendiri. Slogan Purwakarta Istimewa sebetulnya memiliki arti mengistimewakan masyarakat Purwakarta melalui berbagai macam pelayanan publik dan pembangunan disegala bidang.

Slogan Kabupaten Purwakarta yaitu Purwakarta Istimewa terbukti bukan sekedar slogan tanpa pembuktian. Slogan Purwakarta Istimewa yang dimulai pada era kepemimpinan Bupati Dedi Mulyadi merupakan perwujudan dari keinginan pemkab Purwakarta untuk dapat memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakatnya. Semangat pembangunan daerah berkarakter budaya dimulai dari pembebasan biaya pendidikan hingga tingkat SMA, peningkatan mutu kurikulum pendidikan, pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pariwisata hingga ke hiburan rakyat semuanya diperhatikan untuk satu tujuan luhur yaitu mengistimewakan warga Purwakarta.

      Perubahan demi perubahan perlahan mulai merubah wajah Purwakarta dan mulai terasa dampak positifnya bagi warga Purwakarta, khususnya semenjak Dedi Mulyadi memimpin Purwakarta.

  1. Pendidikan Berbasiskan Budaya

    Terobosan dalam dunia pendidikan, Bupati Dedi Mulyadi berhasil menjadi kabupaten pertama yang menerapkan pemadatan jam pendidikan. Hal itu dengan langkah yang diambil Pemkab Purwakarta berupa pemberlakukan pemadatan jam belajar bagi semua jenjang pendidikan menjadi lima hari, membangunan RKB baru dan sekolah satu atap. Bangunan RKB di Purwakarta berbeda dengan ruang kelas yang dibangun pada umumnya.

    Yakni, dari mulai desain bangunan hingga anggarannya yang dua kali lipat dari pembangunan RKB di daerah lain. Karena, RKB yang dibangun itu dilengkapi sejumlah fasilitas. Seperti, tersedia ruang toilet di setiap kelasnya, wastafel, serta pengeras suara. Jadi, ruang kelas ini diciptakan lebih beradab.

    Selain itu, pemkab juga telah menerapkan wajib belajar 12 tahun dan menggratiskan biaya sekolah hingga tingkat SMA/Sederajat. Kemudian, kebijakan mengenai revolusi makanan untuk siswa sekolah dasar (SD). Sejak beberapa tahun lalu, para siswa tersebut tak lagi jajan di sekolah. Mereka, lebih memilih membawa bekal makanan dari rumah.

    Di tahun ajaran baru ini pun, pemkab membuat beberapa kebijakan baru. Yakni, soal larangan membawa kendaraan bermotor ke sekolah bagi pelajar, menggiatkan lagi bersepeda, serta memajukan jam masuk sekolah menjadi pukul 06.00 WIB.

  1. Infrastruktur

    Terobosan lain yang dilakukan Pemkab Purwakarta adalah berupa optimaslisi APBD untuk pelayanan publik khususnya pembangunan insfrastruktur. Saat ini, Pembab Purwakarta telah mencatat penyelesaian pembangunan infrastruktur telah mencapai 100 %. Saat ini jalan yang berstatus kabupaten telah berlapis aspal hitam. Selain itu, kondisi jalan pun dibuat lebih lebar. Bisa di bilang, pembangunan infrastruktur di Purwakarta sudah merata. Karena, saat in kondisi jalan desa hingga ke peloksok pun sudah bagus. Selain itu, ada penambahan akses jalan baru. Yakni, jalur penghubung Kecamatan Sukasari-Manis. Saat ini, pembangunan jalur penghubung itu hampir rampung. Selain jalan, persoalan listrik bagi masyarakat pun telah selesai 100 %. Dalam bidang penerangan, Pemkab Purwakarta juga terus meningkatkan pelayanan penerangan listrik. Program pemasangan listrik bagi masyarakat pun dilakukan secara berkala hingga menyentuh daerah pelosok Purwakarta sekalipun. Hasilnya, di pertengahan 2015 ini, pelayanan listrik sudah mencapai hampir seluruh daerah di Purwakarta.

  2. Wisata

    Kerja nyata Pemkab Purwakarta di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi juga terlihat dari keberhasilan mengubah wajah Purwakarta. Saat ini, kondisi kabupaten yang mengedepankan spirit budaya dalam pembangunannya itu lebih terlihat indah. Karena, pemkab setempat sejak beberapa tahun ini memanfaatkan ruang terbuka hijau (RTH) untuk dihias sedemikian rupa menjadi sebuah taman-taman yang indah. Sebut saja salah satunya, yang belum lama ini. Yakni, Taman Sri Baduga (Situ Buleud). Selain Situ Buleud, pemkab pun menyulap beberapa lokasi sudut kota menjadi sebuah taman-taman indah dengan berbagai bunga dan fasilitas penunjang lainnya. Saat ini, sudah ada sekitar 45 taman indah yang telah dibangun.

  3. Layanan Kesehatan Gratis

    Selain pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum, masih banyak contoh lain buah kinerja Dedi Mulyadi. Yakni, di sektor pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Sejak empat tahun terakhir, Pemkab terus berupaya membenahi fasilitas kesehatan. Salah satu yang paling menenjol, yakni program kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat yang diberi nama program Jaminan Kesehatan Masyarakat Purwakarta Istimewa (Jammpis). Kebijakan yang digulirkan sejak 2013 lalu ini, bentuk perlindungan dan jaminan kesehatan kepada masyarakat. Dalam program ini, Pemkab menggandeng 11 Rumah Sakit yang ada di Purwakarta dan Bandung. RS tersebut, ditunjuk sebagai pelayan untuk memberikan pengobatan bagi warga Purwakarta yang sakit. Jadi, dalam program ini semua masyarakat yang miskin dan yang kaya jika sakit bisa dilayani di 11 rumah sakit dengan cukup membawa foto kopi kartu keluarga (KK), KTP, dan surat rujukan dari Puskesmas setempat. Selain itu, pemkab pun menambah fasilitas cuci darah di RSUD dan menanggung biaya untuk pasien cuci darah. Kemudian, pelayanan kesehatan di RSUD diberlakukan dua kelas di rumah sakit tersebut. Yakni, kelas umum dan kelas VIP. Kelas umum, khusus bagi pasien keluarga miskin. Sedangkan kelas VIP, khusus bagi pasien berbayar. ()

 


 

Tag