26 Sep 19:59

Nikmatnya Tukang Sapu di Purwakarta, Bisa Jadi Pejabat

Untuk seorang petugas kebersihan seperti Eman Sulaeman (70), bersantai di meja makan sambil menikmati aneka hidangan dengan standar VIP bahkan dilayani oleh pelayan yang lalu lalang mengantarkan hidangan pesanannya menjadi sesuatu yang tidak mungkin dia rasakan. 

Tetapi, selama Kabupaten Purwakarta dipimpin oleh Kang Dedi Mulyadi, ketidakmungkinan itu dapat ia rasakan selama setahun sekali. Ya, Acara ‘Tukar Nasib’ sudah menjadi agenda tahunan pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam rangka menyambut malam pergantian tahun. 

Eman bersama 545 teman sejawatnya yang berprofesi sebagai tukang sapu taman, jalan, dan kantor-kantor pemerintah, malam ini Sabtu (31/12) berkumpul di Taman Pesanggrahan Padjadjaran Purwakarta. 

Mereka tampil mengenakan kemeja lengkap dengan dasi, celana bermerk lengkap dengan sepatu baru. Tak hanya itu, mereka dijemput dari rumah masing-masing dengan menggunakan mobil dinas yang biasa dipakai oleh para pejabat di Purwakarta. Uniknya, Pelayan yang bertugas melayani Eman dan kawan-kawan adalah Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, para pejabat esselon II, III, dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

“Kami ini kan pegawai rendah, cuma tenaga kontrak, tetapi malam ini kami merasa dimuliakan oleh pemerintah daerah,” kata Eman. 

Warga Kelurahan Nagri Kaler yang sudah puluhan tahun menjadi tukang sapu ini pun berterima kasih atas keberpihakan pemerintah daerah kepada korps tukang sapu Purwakarta. Ia kini mengaku dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari karena honor yang dia terima setiap bulannya berjumlah Rp2 Juta, setelah sebelumnya hanya menerima Rp500 ribu sebelum dinaikan oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sejak awal masa jabatannya. 

Semangat empati dan upaya membangun ikatan emosi antar seluruh lini pegawai di lingkungan pemerintah Kabupaten Purwakarta mulai dari pejabat sampai pegawai kontrak menjadi tujuan kegiatan rutin ini. Selain itu, menurut Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi kegiatan ini juga ditujukan sebagai bentuk penghargaan kepada ‘Pahlawan Kebersihan’ Purwakarta tersebut. 

“Tradisi kami di Purwakarta ya tukar nasib, ini bentuk penghargaan kepada pahlawan kebersihan, mereka juga harus merasakan menjadi pejabat meski hanya beberapa saat,” kata Dedi menjelaskan. 

Bukan hanya kelengkapan pakaian, fasilitas makan VIP dan mobil dinas saja yang dirasakan oleh para petugas kebersihan tersebut. Terhitung sejak tadi pagi dan besok (1/1) mereka dapat merasakan hari libur. Sebagaimana diketahui, Tenaga Harian Lepas di Kabupaten Purwakarta honornya dihitung harian sehingga meski hari libur bagi pegawai, mereka tetap melaksanakan tugas kebersihan sehari-hari termasuk saat Hari Raya Idul Fitri.

“Karena besok mereka libur, maka tugasnya sehari-hari digantikan oleh para pejabat,” pungkas Dedi menutup. (*)