21 Aug 04:12

Pawai Beras Perelek di Purwakarta Dipuji Cucu Soekarno

Cucu Proklamator RI Soekarno, Puti Guntur Soekarno Putri menjadi tamu kehormatan dalam kegiatan Pemecahan Rekor MURI Pawai Beras Perelek malam ini, Jum’at (4/7) di Purwakarta. Pawai yang menjadi simbol pengamalan sila kedua Pancasila, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab ini dibuka langsung oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi di bundaran Patung Egrang, Jalan Jenderal Sudirman Purwakarta.

Puti yang mengenakan pakaian nuansa hitam putih tampak mendampingi Dedi yang juga mengenakan pakaian nuansa yang sama saat memberikan sambutan membuka acara kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Purwakarta ke 186 dan Hari Jadi Kabupaten ke 49 tersebut.

Tujuan kegiatan ini dijelaskan oleh Bupati yang sedang memimpin Purwakarta untuk periode yang kedua tersebut. Ia mengatakan bahwa Beras Perelek memiliki fungsi strategis untuk pengentasan penggunaan Beras Sejahtera atau Rastra yang selama ini dikonsumsi oleh masyarakat miskin.

“Hari ini, ada Teh Puti disini, beliau cucu Bung Karno, penggagas ajaran keberpihakan kepada kaum lemah yang disebut Marhaenisme, mengangkat tukang menjadi tuan. Ini yang terus kita lakukan di Purwakarta,” jelas Dedi.

Mulai tanggal 17 Agustus 2017 ini, dia menargetkan tidak lagi beras kualitas rendah yang dikonsumsi warganya karena sudah diganti dengan Beras Perelek hasil “udunan” warga mampu yang memiliki kualitas premium.

Dari konsep Beras Perelek yang setiap hari dikumpulkan sebanyak satu gelas ini, lahir konsep Bank Beras, dari sana kemudian lahir ATM Beras yang hari ini sudah tersebar di kantor-kantor desa di Purwakarta.

Cara Dedi dalam membangun partisipasi publik untuk pengentasan kekurangan pangan mendapat pujian dari Puti Guntur Soekarno Putri. Ia berujar, sejatinya yang dilakukan olehnya merupakan pengamalan Pancasila yang sesungguhnya dan merupakan bentuk kolaborasi aktif antara pemerintah dengan masyarakat.

“Ini momen baik, Pancasila berhasil dibumikan di Purwakarta, bentuk gotong royong antara pemerintah dengan masyarakat. Saya kira bagus ya,” singkatnya.

 

Kegiatan pemecahan rekor MURI ini melibatkan peserta lebih dari 50 ribu orang yang terdiri dari unsur pegawai, masyarakat, organisasi masyarakat dan komunitas yang ada di Purwakarta. Warganet Purwakarta pun sempat menyambut positif kegiatan tersebut dengan meramaikan hashtag #MURI4PerelekPurwakarta dan sempat memuncaki trending topic Indonesia selama beberapa jam. (*)