23 Aug 17:07

Pecah!! Rekor Dunia Sampurasun dan Pukul Kentongan

Konsistensi Kabupaten Purwakarta dalam memecahkan rekor Festival bertema etnik terus berlanjut. Malam ini, Sabtu (20/8) masih dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Purwakarta ke 48/185, Kabupaten yang terkenal dengan Air Mancur termegah se-Asia Tenggara ini kembali menyandang status sebagai pemecah rekor dunia berupa Rekor pengucapan ‘Sampurasun’ dan Memukul ‘Kentongan’ dengan peserta terbanyak yakni 57 ribu orang peserta.

‘Sampurasun’ merupakan salam khas orang Sunda yang memiliki arti memohon maaf untuk menyempurnakan sebuah pertemuan dengan sesama manusia sedangkan ‘Kentongan’ sebagaimana diketahui merupakan alat pukul yang biasa digunakan oleh masyarakat Sunda saat menjalankan rutinitas siskamling untuk menjaga lingkungan dari gangguan keamanan. Tak hanya itu, Kentongan atau orang Sunda familiar menyebutnya dengan istilah ‘Kohkol’ selalu digunakan sebagai ‘alarm’ untuk mengumpulkan massa di suatu tempat.

Festival ini diawali dengan opening art tepat pukul 20.00 WIB di depan Patung Egrang di kawasan Jl Jenderal Sudirman Purwakarta. Sesuai dengan tema yang diusung pada peringatan hari jadi kali ini, opening art tersebut menampilkan tarian bernuansa bambu. Setelah opening art selesai, seluruh peserta yang terdiri dari unsur OPD, BUMN, BUMD, BUMS dan anggota masyarakat berjalan beriringan sambil mengucapkan ‘Sampurasun’ dan memukul ‘Kohkol’ untuk memecahkan rekor sampai garis akhir yakni area Gedung Kembar Jl KK Singawinata Purwakarta.

Perwakilan Museum Rekor Indonesia atau MURI Deamaian Awan Rahargo saat ditemui setelah penyerahan penghargaan kepada Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan pihaknya kagum terhadap Purwakarta atas konsistensi dan prestasi yang diraihnya. Dia berujar Festival di Purwakarta selalu menorehkan prestasi berupa pemecahan rekor sehingga mengundang daya tarik wisatawan lokal maupun internasional.

“Purwakarta itu bagus ya, karena setiap tahun selalu konsisten, bikin acara bukan sekedar acara. Tetapi acara yang memiliki unsur etnik dan kebudayaan yang kuat, sehingga sangat menarik untuk siapapun, baik dalam maupun luar negeri. Kali ini kami nobatkan Purwakarta sebagai pemegang rekor dunia pengucapan sampurasun dan pukul kentongan dengan peserta terbanyak”. Kata Awan menjelaskan.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi di tempat yang sama menuturkan ‘Sampurasun’ dan ‘Kohkol’ merupakan dua hal dari kebudayaan Sunda yang memiliki akar sosio – kultur yang kuat. Keduanya berangkat dari semangat saling menghargai dan gotong royong antar sesama manusia. Dia juga berujar bahwa semangat ini sejalan dengan visi pembangunan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

“Dalam Sampurasun ada semangat saling menghargai dan toleransi, bayangkan saja orang baru ketemu tapi minta maaf, tapi ya itulah orang Sunda. Itu cara mereka meraih kesempurnaan hidup. Sementara kohkol atau kentongan memiliki nilai gotong royong, meronda sama-sama, siskamling bareng-bareng. Bahkan di Purwakarta kohkol ini menjadi tempat untuk beras perelek. Setiap rumah punya satu, diisi beras satu genggam setiap hari, kemudian diambil oleh Ketua RT untuk dibagikan kepada warga yang kekurangan bahan pangan”. Jelas Bupati yang akrab disapa Kang Dedi tersebut.

Pemecahan rekor ini pun mengundang decak kagum bukan saja dari masyarakat Purwakarta melainkan masyarakat luar Purwakarta, Yogi Kusuma (23) misalnya. Warga Kota Bandung tersebut sengaja datang menyaksikan acara tersebut dan merasa sangat terkesan.

“Excited pokoknya mah!, sangat bangga karena tradisi orang Sunda kini begitu dihargai oleh semua kalangan”. Singkat Yogi yang datang membawa serta keluarga besarnya tersebut. (*)