21 Aug 04:12

Sidak ke Sekolah, Bupati Purwakarta Temukan 14 Ranmor Milik Siswa

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi hari ini Rabu (3/8) melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan secara langsung efektifitas Surat Edaran yang telah dia tandatangani Senin (1/8) lalu. Dalam sidak tersebut ditemukan 14 kendaraan bermotor yang dibawa oleh pelajar SMA 1 Jatiluhur Purwakarta menuju sekolah mereka yang terletak di Jl Raya Bunder, Desa Bunder Jatiluhur Purwakarta.

Mendapati pelanggaran surat edaran yang telah dia sebar, pria yang akrab disapa Kang Dedi tersebut langsung memanggil kepala sekolah agar memberikan tindakan kepada siswa yang ‘keukeuh’ membawa kendaraan bermotor ke sekolah. Tidak hanya itu, Dedi juga memanggil pihak kepolisian setempat untuk memberi tilang kepada siswa tersebut.

“Kami kan sudah melakukan sosialisasi bahwa pelajar membawa motor ke sekolah itu tidak boleh. Eh, ini masih ada. Saya minta Pak Polisi untuk tilang saja sekaligus mendapat SP I dari pihak sekolah. Kalau sampai SP III masih bandel juga, sanksinya tidak naik kelas”. Tegas Dedi kepada para siswa.

Pihak sekolah pun tak luput dari keberangan pria yang selalu mengenakan pakaian khas Sunda tersebut. Dia meminta agar seluruh stakeholder sekolah bersikap peka terhadap program pemerintah daerah. Namun sayang, dia tidak berhasil menemui Kepala Sekolah SMA 1 Jatiluhur karena tidak ada di tempat.

“Sekolah harus peka, ingatkan para siswa, kumpulkan seluruh orang tua, beri sosialisasi dan pemahanan yang mendalam. Kalau anak-anak kita dibiasakan melanggar peraturan, akan sulit mereka beradaptasi saat berada di tengah masyarakat”. Ujar Dedi kepada Elly Surliya selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan pada SMA 1 Jatiluhur Purwakarta.

Di tempat yang sama. Kepala Kepolisian Sektor Jatiluhur Deswandi menuturkan dirinya sudah melakukan sosialisasi dengan cara yang edukatif kepada pelajar. Akan tetapi dia mengakui tanpa peran orang tua, sangat sulit program ini dapat berjalan dengan baik.

“Sosialisasi gencar kami lakukan ke sekolah-sekolah, caranya kan harus edukatif jadi kami bekerjasama dengan UPTD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Tetapi yang paling penting itu orang tua harus berperan. Kalau mereka abai ya susah juga”. Pungkas Deswandi (*)

Tag