30 Apr 10:19

Tahun 2017, Honor Ketua RT dan Ketua RW di Purwakarta Hampir Setara di DKI

Refleksi akhir tahun berisi dzikir dan do’a bersama yang diselenggarakan sore ini Sabtu (31/12) di Mesjid Agung Baing Yusuf Purwakarta ternyata membawa kabar baik bagi para Ketua Rukun Tetangga dan Ketua Rukun Warga yang bertugas dalam lingkup pemerintah daerah Kabupaten Purwakarta. 

Pasalnya, dalam sambutan yang disampaikan oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi pada kesempatan tersebut, disinggung tentang kenaikan honor bagi ujung tombak pemerintahan di tingkat desa tersebut. 

Pria yang akrab disapa Kang Dedi tersebut mengatakan mulai Tahun 2017, insentif yang mereka dapat akan naik dari Rp500 ribu yang diterima masing-masing Ketua RT menjadi Rp750 setiap bulannya, sementara itu, gaji Ketua RW dari Rp750 ribu menjadi Rp800 ribu.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh Humas Pemkab Purwakarta, jumlah ini hampir sama dengan gaji Ketua RT dan Ketua RW di DKI Jakarta, di Provinsi yang menjadi Ibu Kota Negara tersebut diketahui gaji Ketua RT sebesar Rp972 ribu dan gaji Ketua RW sebesar Rp1,2 Juta. 

“Kita naikan honornya sehingga bisa dikatakan hampir setingkat dengan DKI Jakarta,” singkat Dedi dalam sambutannya. 

Bukan hanya besaran insentif yang menjadi sasaran perbaikan Bupati Dedi, suami Anne Ratna Mustika ini pun mengaku akan melakukan perbaikan dalam pengelolaan sistem penggajian dalam pemerintahan yang dia pimpin. Menurut dia, skema pembayaran honor yang tadinya dua atau tiga bulan sekali segera ia ubah menjadi sebulan sekali. 

“Sistem pembagian honornya juga kita ubah menjadi sebulan sekali,” katanya menambahkan. 

Pertemuan ‘Ulama. Umaro dan Masyarakat ini pun dimanfaatkan oleh Bupati Dedi untuk meminta maaf atas keterlambatan honor Ketua RT dan Ketua RW yang terjadi pada Tahun 2016 selama beberapa bulan. Penyebabnya menurut dia dikarenakan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang merupakan dana bagi hasil dari pemerintah pusat senilai Rp100 Miliar tidak bisa dicairkan. 

“Saya meminta maaf atas keterlambatan ini, semuanya kami cairkan bulan Januari 2017,” pungkas Dedi. 

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun dari Bagian Pemerintah Desa Pemkab Purwakarta, terdapat 2.985 Rukun Tetangga dan 1.028 Rukun Warga di kabupaten terkecil kedua di Jawa Barat ini. (*)