25 May 21:12

Tiga Hal Ini Jadi Refleksi Dedi Mulyadi di Gua Hira

Detik-detik terakhir jelang kepulangan ke Tanah Air digunakan oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi untuk berkunjung ke tempat-tempat bersejarah dalam peradaban Islam.

Sebagaimana diketahui, pelopor penggunaan iket Sunda dalam acara resmi ini tengah melaksanakan Ibadah Umroh di Tanah Suci Mekkah bersama keluarga dan para guru yang ia bawa serta.

Tiba di Gua Hira, tempat ber-tahannuts (kontemplasi) Nabi Muhammad SAW dan menerima wahyu pertama, pada Rabu (17/5), Dedi mengaku merasakan refleksi nyata dari perjuangan Nabi dan Rasul terakhir itu dalam membangun peradaban Islam.

Untuk mencapai gua yang hanya bisa digunakan untuk satu orang tersebut, dibutuhkan waktu kurang lebih 2 jam mendaki jalan dengan kontur perbukitan di bukit yang dikenal dengan nama Jabal Nuur itu.

Melalui sambungan telepon, Dedi Mulyadi mengatakan paling tidak mendapatkan tiga hikmah yang dia petik saat menjalani perenungan di dalam gua tersebut. Ia berujar, Gua Hira merupakan tempat yang menjadi awal dari sistematika ajaran Islam. Karena fakta sejarah mengatakan, di tempat inilah Rasulullah SAW menerima wahyu pertama berupa Surat al ‘Alaq ayat 1 – 5.

“Sistematika ajaran Islam itu berawal dari sini, diturunkan melalui Surat al ‘Alaq,” singkat Dedi.

Dedi yang berkunjung ke Gua Hira dengan mengenakan pakaian khas Sunda lengkap dengan iketnya itu pun menegaskan, turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW menjadi momentum kebangkitan Ilmu Pengetahuan bagi umat manusia.

“Perintahnya Iqra, bacalah. Ini perintah untuk menggali Ilmu Pengetahuan dengan metodologi membaca,” lanjutnya.

Selain kedua hal tersebut. Menurut Dedi, Gua Hira merupakan simbol perjuangan dan kerja keras manusia, dalam hal ini Nabi Muhammad SAW, untuk meraih petunjuk dari Allah SWT  bagi umatnya.

“Ini simbol perjuangan dari sosok manusia sempurna untuk mendapatkan petunjuk. Bagi yang rindu sosok Rasulullah SAW, silakan berkunjung kesini” pungkasnya.

Di depan Gua Hira, Dedi menjalankan shalat sunah dengan menghadap langsung ke Baitullah. Dari atas bukit Jabal Nuur ini, kilauan cahaya dari Masjidil Harom di Mekkah, nampak jelas terlihat. (*)