26 Sep 19:58

Tutup Liburan, Bupati Purwakarta ‘Ngubek Leuwi’ di Garut Selatan

Rangkaian liburan Idul Fitri ditutup oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dengan menghadiri Festival Cipasarangan ‘Ngubek Leuwi’ di Cikelet Garut Selatan hari ini Sabtu (9/7). Acara yang dihelat oleh komunitas adat setempat itu juga diisi oleh ritual ‘Kawin Cai’ yakni menggabungkan air dari tujuh mata air di daerah tersebut yang bertemu di Sungai Cipasarangan Cikelet. Seluruh anggota masyarakat Cikelet dan sekitarnya terlihat mengikuti kegiatan tersebut dengan riang gembira terutama pada sesi ‘Ngubek Leuwi’ (berenang sambil mencari ikan di muara sungai dengan tangan kosong).

Salah seorang warga Cikelet, Tatang Sutisna (46) tak kuasa menahan rasa gembira atas kehadiran Bupati yang akrab disapa Kang Dedi tersebut. Menurut dia Festival yang rutin digelar sejak 6 tahun lalu ini terasa lebih lengkap dengan kehadiran budayawan Sunda seperti Dedi Mulyadi. “Kedatangan Kang Dedi sudah diberitahukan oleh panitia jauh-jauh hari. Warga Cikelet lebih antusias untuk menghadiri Festival ini, mereka kan merantau ke luar kota. Momen nya mudik sekarang ini, jadi lengkap sudah seluruh warga lengkap hadir”. Jelas Tatang kepada Humas Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang juga dikenal dekat dengan berbagai komunitas adat di Jawa Barat ini mengatakan dirinya hadir atas undangan panitia yang beberapa waktu yang lalu disampaikan melalui SMS Center 08121297775 dan Inbox Fanpage Facebook “Kang Dedi Mulyadi” miliknya. Dia mengapresiasi warga Garut Selatan atas kegiatan ini karena dia nilai sebagai pemeliharaan yang nyata terhadap tradisi dan kearifan budaya masyarakat setempat. “Acara seperti ini sudah sangat jarang. Anak muda kan lebih banyak membuat Festival-festival musik kontemporer dibanding Festival yang berbasis tradisi masyarakat. Saya kira ini bagus. Tinggal Pemerintah harus mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat yang menjungjung tinggi tradisi”. Kata Dedi menjelaskan.

Terkait kesejahteraan bagi masyarakat adat, Dedi memandang perlu untuk diberikan bantuan berupa program-program pemerintah berbasis padat karya seperti peternakan, perikanan dan bantuan pertanian. Melalui program seperti ini dia berharap tidak ada lagi masyarakat adat yang merasa dikucilkan oleh Negara. “Program-program tersebut akan efektif karena menyerap tenaga kerja. Jadi tidak akan ada lagi anggota masyarakat yang menganggur, disamping mereka menjaga tradisi, mereka juga mampu mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari karena memiliki penghasilan yang cukup”. Kata Dedi menambahkan.

Bersama Bupati Garut Rudi Gunawan dan Ketua DPRD Kabupaten Garut Ade Ginanjar, Dedi terlihat turun langsung ke ‘Leuwi’ (bagian sungai yang dalam) untuk ‘Ngubek’ (mencari ikan dengan tangan kosong). Mereka juga menuangkan air yang berasal dari tujuh mata air berbeda ke Sungai Cipasarangan sebagai simbol penyatuan seluruh mata air untuk kehidupan manusia. (*)