Oleh: Kang Dedi Mulyadi
Pertama kali menjadi Wakil Bupati, saya merasakan ada yang aneh pada Pendopo Kean Santang. Pendopo untuk rakyat mengadu kepada pemerintah, seharusnya tidak terlalu tertutup dan seram. Kalau pendoponya tidak nyaman, mana mungkin rakyat merasa memiliki dan mendukung program pemerintah. Saat itu saya bercita-cita, “Bila saya jadi bupati kelak, saya akan mengubah pendopo ini menjadi lebih ramah dan mengundang kehadiran rakyat!”. Maka saya pun mengubah pendopo ini menjadi lebih terbuka.
Pendopo ini dinamakan Pendopo Kean Santang, nama seorang tokoh Sunda – yang kemudian menjadi penyebar agama – yang berani menjelajah ke segala arah untuk menemukan kebenaran. Kean Santang adalah sosok manusia yang terbuka dan perwira, ia mengakui kekuatan orang lain dan siap untuk berubah sesuai dengan komitmen yang telah diberikannya. Saya pikir karakter seperti itulah yang seharusnya dipancarkan pendopo ini kepada semua PNS juga kepada rakyat Purwakarta. Maka, secara perlahan saya mencoba menghadirkan sosok Kean Santang sebagai teladan kehidupan yang terus mencari kebenaran dengan cara terbuka dan menepati janji.
Betah jeung tumaninah
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi

















