Mewujudkan Purwakarta Istimewa
Apa yang membuat Anda tertarik
Jumat, 04 September 2026 03:24
Purwakarta - Pemerintah Kabupaten Purwakarta terus mendorong penguatan sektor peternakan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui penyaluran bantuan ternak.Kali ini, bantuan berupa domba diserahkan kepada kelompok masyarakat di empat kecamatan, yakni Kiarapedes, Cibatu, Bojong, dan Pondoksalam,Jumat,(4/9/2026).Dalam program tersebut, setiap kelompok penerima mendapatkan lima ekor domba yang diharapkan dapat dipelihara dan dikembangkan secara berkelanjutan.Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein mengatakan, bantuan ternak tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat, khususnya kelompok yang memiliki potensi mengembangkan usaha di bidang peternakan.Menurut Om Zein, bantuan yang diberikan pemerintah jangan hanya dimanfaatkan untuk kepentingan jangka pendek. Para penerima diharapkan mampu mengelola ternak dengan baik sehingga jumlahnya dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi kelompok.“Yang paling penting bukan hanya menerima bantuan, tetapi bagaimana bantuan ini dipelihara, dikembangkan dan bisa memberikan hasil untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Om Zein.Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan dalam mengelola bantuan. Setiap kelompok penerima diharapkan memiliki komitmen untuk merawat ternak, menjaga kesehatan domba, serta mengembangkan populasinya.Om Zein berharap program bantuan tersebut dapat menjadi stimulan bagi masyarakat untuk semakin produktif dan tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah.“Kalau dikelola dengan baik, lima ekor domba ini bisa berkembang. Dari situ nantinya bisa menjadi modal usaha kelompok dan memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat,” katanya.Penyaluran bantuan ke empat kecamatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemkab Purwakarta dalam mengembangkan potensi ekonomi berbasis masyarakat dan perdesaan.Pemerintah daerah berharap bantuan tersebut dapat tepat sasaran, dirawat dengan baik, serta memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi para penerima.Dengan pola pengembangan ternak secara berkelompok, bantuan domba diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan semata, tetapi mampu menjadi modal produktif yang terus berkembang dan menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat Purwakarta. (Diskominfo Purwakarta)
Kamis, 03 September 2026 03:31
Purwakarta - Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein kembali menegaskan pentingnya perencanaan yang matang dalam setiap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Purwakarta.Menurut Om Zein, perencanaan menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan sebelum sebuah proyek infrastruktur dilaksanakan. Setiap pembangunan harus disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi nyata di lapangan.Ia menekankan, kondisi bangunan existing, karakter geografis, bentang wilayah hingga budaya masyarakat juga harus menjadi pertimbangan dalam proses perencanaan.“Kita buat perencanaan agar pelaksanaan proyek infrastruktur dengan benar, sesuai dengan kebutuhan, existing serta bentang geografis, bentang wilayah dan bentang budaya yang ada,” tegas Om Zein.Ia menilai, pendekatan tersebut penting agar pembangunan yang dilakukan pemerintah benar-benar tepat sasaran dan mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang.Menurutnya, setiap wilayah memiliki karakter dan tantangan yang berbeda. Karena itu, perencanaan pembangunan harus mampu membaca kondisi lokasi secara menyeluruh agar hasil pekerjaan tidak hanya terlihat baik ketika selesai, tetapi juga memiliki kualitas dan ketahanan yang baik.Om Zein juga menegaskan bahwa pengawasan dan evaluasi terhadap proyek bukan ditujukan untuk menyudutkan pihak tertentu. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab bersama untuk memastikan pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah memberikan hasil terbaik bagi masyarakat.“Tapi maaf ya, bukan bermaksud apa-apa, . Ini demi kepentingan kita bersama,” ungkap Om Zein.Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan, mulai dari perencana ,pengawas hingga pelaksana proyek, dapat bekerja secara profesional dan memperhatikan kondisi nyata di lapangan.Om Zein mengingatkan, pembangunan infrastruktur harus berorientasi pada kualitas, ketepatan fungsi dan keberlanjutan. Dengan perencanaan yang benar sejak awal, potensi persoalan dalam pelaksanaan maupun setelah proyek selesai dapat diminimalkan.Penegasan tersebut sekaligus menjadi pesan kepada seluruh pelaksana pembangunan di Purwakarta agar tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memastikan setiap infrastruktur yang dibangun benar-benar sesuai kebutuhan dan karakter wilayah. (Diskominfo Purwakarta)
Rabu, 02 September 2026 08:21
Purwakarta - Stadion Purnawarman Purwakarta menjadi pusat perhatian para pecinta sepak bola pelajar, Rabu (2/9/2026). Ajang Gala Siswa Indonesia (GSI) Tingkat Provinsi Jawa Barat 2026 resmi dibuka dan diikuti kontingen pelajar SMP dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.Kabupaten Purwakarta dipercaya menjadi tuan rumah kompetisi tersebut. Pertandingan dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 2 hingga 6 September 2026.Pembukaan berlangsung semarak. Para peserta tidak hanya disuguhkan pertandingan sepak bola, tetapi juga penampilan seni dari siswa-siswi SMP di Kabupaten Purwakarta. Suasana semakin meriah saat masing-masing kontingen mengikuti defile sebelum kompetisi dimulai.Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein yang akrab disapa Om Zein turut hadir dalam pembukaan tersebut. Sejumlah pejabat juga tampak mengikuti kegiatan, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat beserta jajaran, Kapolres Purwakarta, Kepala BBPMP Jawa Barat, para kepala perangkat daerah Kabupaten Purwakarta, kepala dinas pendidikan se-Jawa Barat, jajaran KONI, Asprov PSSI Jawa Barat, Askab PSSI Jawa Barat serta tamu undangan lainnya.GSI sendiri menjadi salah satu panggung bagi pelajar SMP untuk menunjukkan kemampuan mereka di lapangan hijau. Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini diarahkan untuk menemukan dan membina talenta muda yang memiliki potensi berkembang sebagai atlet sepak bola.Dalam sambutannya, Bupati Purwakarta,Om Zein memberikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Purwakarta sebagai tuan rumah. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada panitia, peserta dan seluruh pihak yang ikut mendukung terselenggaranya GSI Jawa Barat 2026.“Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena Purwakarta dipercaya menjadi tuan rumah GSI Tingkat Provinsi Jawa Barat. Mudah-mudahan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik dan memberikan pengalaman yang positif bagi para peserta,” ujar Om Zein.Ia meminta seluruh pemain yang bertanding tidak menjadikan hasil pertandingan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Para peserta, kata dia, harus mampu menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menjaga sikap selama kompetisi.“Bertandinglah dengan sungguh-sungguh, junjung tinggi sportivitas dan tetap menjaga persaudaraan. Menang dan kalah merupakan bagian dari pertandingan, tetapi sikap dan karakter harus tetap dijaga,” pesannya.Om Zein berharap GSI tidak berhenti sebagai kompetisi antarpelajar, tetapi mampu menjadi pintu masuk bagi lahirnya generasi baru sepak bola Jawa Barat.Menurutnya, Purwakarta memiliki banyak anak muda yang memiliki potensi di bidang olahraga. Karena itu, kesempatan seperti GSI perlu dimanfaatkan untuk mengasah kemampuan sekaligus membuka jalan menuju prestasi yang lebih tinggi.“Mudah-mudahan dari kompetisi ini muncul pemain-pemain muda berbakat. Kami tentu berharap ada putra-putri Purwakarta yang nantinya mampu membawa nama daerah, Jawa Barat, bahkan Indonesia,” katanya.Pelaksanaan GSI di Purwakarta pun diharapkan tidak hanya menghasilkan pemenang, tetapi juga memperkuat pembinaan sepak bola usia muda. Para peserta mendapat kesempatan merasakan atmosfer kompetisi tingkat provinsi sekaligus membangun pengalaman dan mental bertanding sejak usia sekolah.Dengan bergulirnya pertandingan hingga 6 September mendatang, Stadion Purnawarman menjadi arena pembuktian bagi para pemain muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. (Diskominfo Purwakarta)
Rabu, 02 September 2026 01:19
Jakarta, 01 September 2026 - Pemerintah menyatukan jaringan kehumasan kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah untuk membangun komunikasi kebijakan yang lebih cepat, terkoordinasi, dan menjangkau masyarakat hingga daerah.Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan koordinasi antarkehumasan menjadi kebutuhan penting di tengah derasnya arus informasi digital, termasuk meningkatnya disinformasi dan hoaks.“Kita dalam kerangka tugas komunikasi pemerintahan yang pertama harus punya narasi, yang kedua punya juga penyampaian hingga ke pelosok daerah untuk diseminasi,” ujar Meutya dalam Forum Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah (Bakohumas) di Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).Menurut Meutya, pemerintah membutuhkan koordinasi yang kuat antara humas kementerian dan lembaga dengan humas pemerintah daerah. Koordinasi tersebut juga menjadi ruang evaluasi terhadap komunikasi pemerintah.“Kalau ada hal-hal yang memang kurang cepat dilakukan pemerintah, ada komunikasi yang dianggap masih lambat atau belum jelas, ini juga menjadi forum bagi kami untuk evaluasi diri,” katanya.Meutya mengatakan forum komunikasi kehumasan akan diarahkan menjadi agenda berkala. Pemerintah berharap forum tersebut dapat menjadi ruang untuk menyatukan narasi sekaligus mempercepat koordinasi ketika pemerintah perlu menyampaikan kebijakan kepada masyarakat. Selain itu, diperlukan penguatan koordinasi kehumasan seiring dengan digitalisasi yang tengah berlangsung.Menurutnya, forum kehumasan nasional yang selama ini berlangsung melalui agenda Anugerah Media Humas dapat dilengkapi dengan forum komunikasi yang memungkinkan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah melakukan koordinasi secara lebih cepat.“Dengan digitalisasi kita perlu juga koordinasi secara cepat. Jadi sekali lagi kami terima kasih kepada Kemenko Polkam karena kemudian dipertemukan dengan lebih intens lagi,” kata Meutya.Tidak Bisa MenungguKepala Badan Komunikasi Pemerintah M. Qodari mengatakan komunikasi kebijakan memiliki posisi yang sama penting dengan pelaksanaan program.“Komunikasi program itu harus dijalankan supaya dukungan kepada program-program semakin baik dan hasilnya semakin optimal,” ujar Qodari.Qodari menyebut jaringan kehumasan pemerintah secara nasional mencakup lebih dari 8.000 perangkat. Jaringan tersebut menjadi kekuatan komunikasi yang perlu bekerja dalam satu orkestrasi.Menurutnya, pemerintah tidak dapat menunggu ketika ruang informasi publik bergerak setiap saat melalui media sosial. Pemerintah perlu memiliki agenda komunikasi yang rutin agar informasi mengenai kebijakan, program, serta hasil yang dirasakan masyarakat terus tersedia.“Pemerintah tidak bisa menunggu. Harus punya jadwal rutin, harus punya agenda komunikasi yang membuat ruang-ruang informasi itu terus terisi dengan berbagai macam informasi kegiatan dan program dari pemerintahan,” katanya.Qodari juga menekankan pentingnya menghadirkan masyarakat sebagai wajah dari program pemerintah. Informasi mengenai program perlu menunjukkan perubahan yang dirasakan warga, bukan berhenti pada penjelasan mengenai kebijakan.“Program-program tidak hanya menjadi program tetapi program itu punya wajah. Wajah dari warga Indonesia, wajah dari bangsa Indonesia, wajah dari anak-anak kita, dari mereka-mereka yang merasakan manfaat dari program-program yang diselenggarakan oleh pemerintah,” ujarnya.Menjaga Komunikasi Dua ArahSementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menilai jaringan kehumasan pemerintah harus bekerja dua arah. Humas perlu menyampaikan kebijakan kepada publik sekaligus membaca apa yang sedang menjadi perhatian masyarakat.“Humas itu bukan hanya menyampaikan satu arah saja, kebijakan ataupun informasi dari pemerintah, tapi baik sekali apabila teman-teman humas juga bisa membaca apa yang diperbincangkan oleh publik sehingga menjadi masukan bagi pemerintah,” kata Bima.Bima juga meminta humas pemerintah memberi ruang lebih besar bagi informasi positif dan kisah inspiratif dari berbagai daerah. Dengan begitu, ruang informasi digital tidak hanya dipenuhi respons pemerintah terhadap isu negatif atau disinformasi.“Kita akan meningkatkan koordinasi ke depannya sesuai dengan tugas fungsi dari Polkam. Kami akan mensinkronisasi kegiatan-kegiatan kehumasan agar bisa berjalan sesuai dengan harapan kita semua,” ujarnya.Forum tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem komunikasi pemerintah yang mampu bergerak lebih cepat, membaca kebutuhan publik, serta memastikan informasi mengenai program pemerintah sampai kepada masyarakat di seluruh Indonesia.
Kegiatan Kabupaten Purwakarta