Mewujudkan Purwakarta Istimewa
Apa yang membuat Anda tertarik
Minggu, 20 September 2026 03:31
Purwakarta - Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta melaksanakan program Jaksa Bakti Pesantren dengan berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah Cipulus yang terletak di Kampung Cipulus, Desa Nagrok, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Jumat 18 September 2026.Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwakarta Yudhi Kurniawan mengatakan pada pelaksanaan perdana program Jaksa Bakti Pesantren ini, pihaknya berkolaborasi dengan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Purwakarta dan Bea Cukai Purwakarta."Kita bersama Kepala Kantor Pajak Purwakarta dan Kepala Bea Cukai Purwakarta hari ini mengunjungi Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah Cipulus dalam program Jaksa Bakti Pesantren," kata Yudhi, Jumat, 18 September 2026.Yudhi menjelaskan, program ini bertujuan untuk memperkaya khasanah pengetahuan para santri terhadap hukum dan perundang-undangan serta menciptakan generasi baru taat hukum untuk tujuan kenali hukum jauhkan hukuman.Kolaborasi dengan kantor pajak dan bea cukai dalam program Jaksa Bakti Pesantren ini merupakan wujud pelaksanaan 7 Perintah Harian Jaksa Agung pada poin ke-5, yakni membangun sinergi yang harmonis dan wujudkan kolaborasi yang produktif antar kementerian, lembaga, dan seluruh pemangku kepentingan."Sebagai bentuk sinergitas dengan lembaga lain, selain memberikan pengetahun soal hukum, para santri juga diberikan pengetahuan tentang pengetahuan perpajakan serta bea cukai," ujar Yudhi.Diakhir kegiatan, Kajari Purwakarta bersama Kepala Kantor Pajak Purwakarta dan Bea Cukai menyerahkan tali asih kepada Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah.Sementara itu, perwakilan pihak keluarga Pesantren Al-Hikamussalafiyah CipulusH. Muhammad Mahmud yang akrab disapa H. Cep Muhammad menyampaikan apresiasinya program Jaksa Bakti Pesantren yang dilaksanakan oleh Kejari Purwakarta.Ia pun berharap program Jaksa Bakti Pesantren ini bisa berjalan terus tidak hanya sekali saja, dan tidak hanya di Pesantren Cipulus saja."Mudah-mudahan, berawal dari sini jajaran Kejari Purwakarta bisa bersilaturahmi dengan pesantren-pesantren lain yang ada di Purwakarta," kata Cep Muhammad.Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran Kejari Purwakarta, Kantor Pajak dan Bea Cukai Purwakarta yang sudah meluangkan waktu mengunjungi Ponpes Al-Hikamussalafiyah Cipulus."Semoga para santri yang berdiri di depan ini bisa menjadi regenerasi bapak-bapak di kemudian hari, dan mereka bisa bermanfaat bukan hanya untuk dirinya saja, tapi bisa bermanfaat untuk keluarga dan negara," harapnya. (Diskominfo Purwakarta)
Kamis, 17 September 2026 07:26
Purwakarta - Pemerintah Kabupaten Purwakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Jawa Barat. Pemkab Purwakarta berhasil meraih Juara 2 Kategori Pemerintah Kabupaten/Kota dalam ajang Penghargaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek Award) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026.Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian kegiatan Penganugerahan Jamsostek Award Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 yang berlangsung di Ballroom Mason Pine Hotel, Jalan Raya Parahyangan KM 1.8, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.Kamis, (17/9/2026).Dalam piagam penghargaan yang diberikan Gubernur Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Purwakarta ditetapkan sebagai Juara 2 Kategori Pemerintah Kabupaten/Kota pada Penghargaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek Award) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026.Capaian tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan di wilayah Kabupaten Purwakarta.Jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi salah satu instrumen penting dalam memberikan perlindungan kepada para pekerja, baik pekerja formal maupun sektor lainnya, terhadap berbagai risiko yang dapat terjadi dalam menjalankan aktivitas pekerjaan.Penghargaan Jamsostek Award juga menjadi momentum untuk mendorong pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Barat agar terus memperkuat kepesertaan serta perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat pekerja.Bagi Pemkab Purwakarta, penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan berbagai program perlindungan sosial ketenagakerjaan di daerah.Dengan diraihnya Juara 2 Jamsostek Award 2026, Purwakarta menunjukkan komitmennya dalam mendukung hadirnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat pekerja. (Diskominfo Purwakarta)
Jumat, 11 September 2026 09:16
Purwakarta - Janji Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein untuk mempertemukan Azka dengan sang ayah akhirnya terwujud.Pertemuan tersebut menjadi momen haru sekaligus membuka kembali ruang bagi seorang anak dan ayahnya untuk membangun hubungan yang sempat berjarak.Azka sendiri diketahui pernah berjuang melawan kanker darah. Kabar bahagia datang setelah perjuangan panjang tersebut, Azka kini dinyatakan telah sembuh dari penyakit yang pernah dihadapinya.Di hadapan sang ayah, Om Zein menyampaikan rasa bangganya kepada Azka yang dinilai telah menunjukkan semangat luar biasa dalam menghadapi penyakitnya.“Azka anak hebat. Bisa melawan penyakitnya hingga sembuh. Ini perjuangan yang luar biasa,” ujar Om Zein.Menurut Om Zein, perjuangan Azka melawan penyakit menjadi bukti bahwa seorang anak dapat melewati masa sulit ketika mendapatkan dukungan dan perhatian dari orang-orang di sekitarnya.Namun, bagi Om Zein, ada satu hal lain yang tidak kalah penting setelah Azka melewati masa sulit tersebut, yakni memastikan hubungan antara Azka dan ayahnya kembali terjalin.Dalam pertemuan itu, Om Zein berpesan kepada Azka dan ayahnya agar tidak lagi saling menjauh.Keduanya diminta untuk membuka hati, saling menyayangi, saling memperhatikan dan menjaga hubungan sebagai ayah dan anak.“Saling menyayangi, saling memperhatikan. Bagaimanapun, dia ayah kamu dan kamu adalah anaknya. Jangan saling menjauh,” pesan Om Zein.Pesan tersebut disampaikan dengan harapan agar pertemuan itu bukan hanya menjadi sebuah pertemuan sesaat, tetapi menjadi awal untuk kembali membangun komunikasi dan kedekatan antara Azka dengan ayahnya.Sebelumnya, Om Zein juga telah bertemu langsung dengan ayah Azka untuk mendengarkan penjelasan mengenai kondisi yang sebenarnya.Dalam kesempatan tersebut, sang ayah mengaku bahwa dirinya tidak bermaksud untuk menghilang ataupun sengaja meninggalkan Azka.Ia menjelaskan bahwa keterbatasan ekonomi menjadi salah satu alasan dirinya memilih untuk menjauh.Sang ayah mengaku merasa malu karena belum mampu memberikan uang kepada Azka sebagaimana yang diharapkannya.Kondisi ekonomi yang serba terbatas membuat dirinya berada dalam situasi sulit. Alih-alih menghadapi keadaan tersebut secara terbuka, ia justru memilih menghindar karena merasa belum mampu memenuhi kebutuhan Azka.Pengakuan tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam pertemuan yang difasilitasi Om Zein.Persoalan yang sebelumnya menjadi jarak antara ayah dan anak perlahan mulai terbuka melalui komunikasi secara langsung.Om Zein mengingatkan bahwa hubungan antara orang tua dan anak tidak semata-mata diukur dari kemampuan materi.Menurutnya, seorang anak membutuhkan lebih dari sekadar pemberian. Perhatian, kasih sayang dan kehadiran orang tua juga memiliki arti yang sangat besar dalam kehidupan seorang anak.“Bagi seorang anak, perhatian, kasih sayang dan kehadiran seorang ayah juga memiliki arti yang sangat besar,” ungkapnya.Karena itu, Om Zein berharap persoalan ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi Azka dan ayahnya untuk membangun kembali hubungan keluarga.Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal baru bagi keduanya untuk kembali berkomunikasi, saling memahami dan saling memberikan perhatian.Bagi Om Zein, persoalan yang terjadi bukan lagi tentang mencari siapa yang salah dan siapa yang harus disalahkan.Yang jauh lebih penting adalah bagaimana seorang ayah dan anak dapat kembali membuka hati.Bagaimana seorang ayah dapat kembali hadir dalam kehidupan anaknya, dan bagaimana seorang anak dapat merasakan bahwa dirinya tetap dicintai dan diperhatikan.Kini, setelah berhasil melewati perjuangan melawan penyakitnya, Azka mendapatkan satu hal yang tak kalah berharga: kembali dipertemukan dengan sang ayah.“Karena terkadang, yang paling dibutuhkan seorang anak bukan sekadar pemberian, tetapi kepastian bahwa ayahnya tetap ada dan peduli,” ucap Om Zein.Pertemuan itu pun menjadi pesan sederhana bahwa keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi alasan untuk memutus kasih sayang antara seorang ayah dan anak.Sebab bagi seorang anak, kehadiran orang tua bisa menjadi kekuatan yang jauh lebih berarti daripada apa pun yang dapat diberikan dalam bentuk materi. (Diskominfo Purwakarta)
Jumat, 11 September 2026 03:00
Purwakarta - Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menghadiri undangan kegiatan ritual Hajat Mulud yang digelar masyarakat Desa Mekarjaya. Kegiatan tersebut berlangsung di rumah salah satu tokoh adat setempat dan diikuti masyarakat sebagai bagian dari tradisi tahunan dalam menyambut Bulan Mulud.Hajat Mulud merupakan tradisi yang secara rutin dilaksanakan masyarakat sebagai bentuk penghormatan dan pengingat terhadap kelahiran Nabi Muhammad SAW. Lebih dari sekadar tradisi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk melakukan introspeksi diri sekaligus mengingat kembali asal-usul manusia.Dalam suasana kebersamaan tersebut, masyarakat tidak hanya mempertahankan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi juga menguatkan nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Purwakarta.Dalam sambutannya, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menilai Hajat Mulud memiliki makna penting dalam membangun peradaban masyarakat.“Hajat Mulud merupakan bagian dari membangun peradaban. Oleh karena itu, kegiatan ini dapat dilaksanakan oleh setiap desa di Kabupaten Purwakarta,” ujar Om Zein.Menurutnya, tradisi masyarakat harus terus dirawat selama memiliki nilai positif dan mampu menjadi sarana untuk memperkuat karakter, kebersamaan, serta nilai-nilai religius di tengah masyarakat. Bupati berharap Hajat Mulud tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan semata. Lebih dari itu, tradisi tersebut diharapkan dapat menjadi gerakan bersama yang mampu memperkuat identitas masyarakat sekaligus mendorong pembangunan Purwakarta yang religius dan berbudaya.“Dengan adanya kegiatan ini, jangan hanya menjadi agenda seremonial semata, melainkan dapat menjadi gerakan bersama untuk membangun Purwakarta yang religius dan berbudaya,” pesannya.Hajat Mulud di Desa Mekarjaya pun menjadi gambaran bagaimana tradisi, agama, dan budaya dapat berjalan beriringan dalam kehidupan masyarakat. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diharapkan terus diwariskan kepada generasi berikutnya agar identitas budaya masyarakat Purwakarta tetap terjaga.Bagi Pemerintah Kabupaten Purwakarta, pelestarian tradisi lokal juga menjadi bagian dari upaya membangun peradaban yang tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat karakter, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat. (Diskominfo Purwakarta)
Kegiatan Kabupaten Purwakarta