• Beranda
  • Berita
    Sesuai Janji Om Zein, Azka Akhirnya Dipertemukan dengan Sang Ayah
    Sesuai Janji Om Zein, Azka Akhirnya Dipertemukan dengan Sang Ayah
    Hadiri Hajat Mulud Desa Mekarjaya, Om Zein Dorong Tradisi Religius dan Budaya Terus Dilestarikan
    Hadiri Hajat Mulud Desa Mekarjaya, Om Zein Dorong Tradisi Religius dan Budaya Terus Dilestarikan
    Strategi Optimalisasi PAD Purwakarta: Sinergi Pemda, Kejari, dan Kesadaran Publik
    Strategi Optimalisasi PAD Purwakarta: Sinergi Pemda, Kejari, dan Kesadaran Publik
    Agenda Bupati Purwakarta Hari Ini: Ajak Warga Desa Jaga Warisan Pertanian lewat Jagaraksa Tatanen
    Agenda Bupati Purwakarta Hari Ini: Ajak Warga Desa Jaga Warisan Pertanian lewat Jagaraksa Tatanen
    Bupati Purwakarta Keluarkan SE Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Seluruh Jajaran Diminta Siaga
    Bupati Purwakarta Keluarkan SE Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Seluruh Jajaran Diminta Siaga
    Kawal Bansos di Desa Bojong Timur, Pemprov Jabar dan Pemkab Purwakarta Perkuat Ketepatan Sasaran dan Pemberdayaan KPM
    Kawal Bansos di Desa Bojong Timur, Pemprov Jabar dan Pemkab Purwakarta Perkuat Ketepatan Sasaran dan Pemberdayaan KPM
    Om Zein Salurkan Domba untuk Warga, Dari Bantuan Diharapkan Jadi Usaha Berkelanjutan
    Om Zein Salurkan Domba untuk Warga, Dari Bantuan Diharapkan Jadi Usaha Berkelanjutan
    Om Zein Tegaskan Pentingnya Perencanaan Proyek: Existing hingga Bentang Wilayah Wajib Diperhitungkan
    Om Zein Tegaskan Pentingnya Perencanaan Proyek: Existing hingga Bentang Wilayah Wajib Diperhitungkan
    Purwakarta Jadi Tuan Rumah GSI Jabar 2026, Om Zein: Junjung Tinggi Sportivitas!
    Purwakarta Jadi Tuan Rumah GSI Jabar 2026, Om Zein: Junjung Tinggi Sportivitas!
    Pemerintah Satukan 8.000 Lebih Jaringan Kehumasan, Komunikasi Kebijakan Harus Lebih Cepat
    Pemerintah Satukan 8.000 Lebih Jaringan Kehumasan, Komunikasi Kebijakan Harus Lebih Cepat
  • Regulasi
  • PPID
  • Pengumuman
  • Laporan Warga
  • Sirup LKPP
Pemda Kabupaten Purwakarta Pemda Kabupaten Purwakarta
Pemda Kabupaten Purwakarta

PURWAKARTA ISTIMEWA
Melayani masyarakat dengan sepenuh hati

DISPERKIM
PERKIMSERU
KESBANGPOL
Kecamatan Pondoksalam
Kecamatan Darangdan
Kecamatan Kiarapedes
Kecamatan Sukasari
Kecamatan Plered
DINAS LH
DISNAKERTRANS
PU BINAMARGA
SETWAN
DPPKB
DISPANGTAN
DISTARKIM
INSPEKTORAT
DISKANNAK
DISKARPB
DISDUKCAPIL
DISDIK
DPMPTSP
BKPSDM
DISIPUSDA
DISKOPERINDAG
DINKES
DISHUB
DINSOS
DISKOMINFO
DISPORAPARBUD
SETDA
WEBMAIL

Pemimpin Daerah

Thmubnail
SAEFUL BAHRI BINZEIN
Bupati Purwakarta
Thmubnail
ABANG IJO HAPIDIN
Wakil Bupati Purwakarta
Mewujudkan Purwakarta Istimewa

Informasi

Air Mancur Sri Baduga Tidak Beroperasi

Penghargaan Badan Publik Kategori Pemerintah Kabupaten/Kota Informatif

SELAMAT & SUKSES kepada BENNI IRWAN PJ BUPATI PURWAKARTA

❮ ❯

Layanan

Layanan Kabupaten Purwakarta

Manajemen Barang Umum
Satgas COVID-19 Purwakarta
E-Commerce Desa Kabupaten Purwakarta
Whistle Blowing System
Ayo main ke Purwakarta
CCTV Kabupaten Purwakarta
Survei Layanan Publik
Pengumuman
Infografis Purwakarta
Perpustakaan Digital

Berita Purwakarta

Apa yang membuat Anda tertarik

Sesuai Janji Om Zein, Azka Akhirnya Dipertemukan dengan Sang Ayah
Jumat, 11 September 2026 09:16

Sesuai Janji Om Zein, Azka Akhirnya Dipertemukan dengan Sang Ayah

Jumat, 11 September 2026 09:16

Purwakarta - Janji Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein untuk mempertemukan Azka dengan sang ayah akhirnya terwujud.Pertemuan tersebut menjadi momen haru sekaligus membuka kembali ruang bagi seorang anak dan ayahnya untuk membangun hubungan yang sempat berjarak.Azka sendiri diketahui pernah berjuang melawan kanker darah. Kabar bahagia datang setelah perjuangan panjang tersebut, Azka kini dinyatakan telah sembuh dari penyakit yang pernah dihadapinya.Di hadapan sang ayah, Om Zein menyampaikan rasa bangganya kepada Azka yang dinilai telah menunjukkan semangat luar biasa dalam menghadapi penyakitnya.“Azka anak hebat. Bisa melawan penyakitnya hingga sembuh. Ini perjuangan yang luar biasa,” ujar Om Zein.Menurut Om Zein, perjuangan Azka melawan penyakit menjadi bukti bahwa seorang anak dapat melewati masa sulit ketika mendapatkan dukungan dan perhatian dari orang-orang di sekitarnya.Namun, bagi Om Zein, ada satu hal lain yang tidak kalah penting setelah Azka melewati masa sulit tersebut, yakni memastikan hubungan antara Azka dan ayahnya kembali terjalin.Dalam pertemuan itu, Om Zein berpesan kepada Azka dan ayahnya agar tidak lagi saling menjauh.Keduanya diminta untuk membuka hati, saling menyayangi, saling memperhatikan dan menjaga hubungan sebagai ayah dan anak.“Saling menyayangi, saling memperhatikan. Bagaimanapun, dia ayah kamu dan kamu adalah anaknya. Jangan saling menjauh,” pesan Om Zein.Pesan tersebut disampaikan dengan harapan agar pertemuan itu bukan hanya menjadi sebuah pertemuan sesaat, tetapi menjadi awal untuk kembali membangun komunikasi dan kedekatan antara Azka dengan ayahnya.Sebelumnya, Om Zein juga telah bertemu langsung dengan ayah Azka untuk mendengarkan penjelasan mengenai kondisi yang sebenarnya.Dalam kesempatan tersebut, sang ayah mengaku bahwa dirinya tidak bermaksud untuk menghilang ataupun sengaja meninggalkan Azka.Ia menjelaskan bahwa keterbatasan ekonomi menjadi salah satu alasan dirinya memilih untuk menjauh.Sang ayah mengaku merasa malu karena belum mampu memberikan uang kepada Azka sebagaimana yang diharapkannya.Kondisi ekonomi yang serba terbatas membuat dirinya berada dalam situasi sulit. Alih-alih menghadapi keadaan tersebut secara terbuka, ia justru memilih menghindar karena merasa belum mampu memenuhi kebutuhan Azka.Pengakuan tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam pertemuan yang difasilitasi Om Zein.Persoalan yang sebelumnya menjadi jarak antara ayah dan anak perlahan mulai terbuka melalui komunikasi secara langsung.Om Zein mengingatkan bahwa hubungan antara orang tua dan anak tidak semata-mata diukur dari kemampuan materi.Menurutnya, seorang anak membutuhkan lebih dari sekadar pemberian. Perhatian, kasih sayang dan kehadiran orang tua juga memiliki arti yang sangat besar dalam kehidupan seorang anak.“Bagi seorang anak, perhatian, kasih sayang dan kehadiran seorang ayah juga memiliki arti yang sangat besar,” ungkapnya.Karena itu, Om Zein berharap persoalan ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi Azka dan ayahnya untuk membangun kembali hubungan keluarga.Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal baru bagi keduanya untuk kembali berkomunikasi, saling memahami dan saling memberikan perhatian.Bagi Om Zein, persoalan yang terjadi bukan lagi tentang mencari siapa yang salah dan siapa yang harus disalahkan.Yang jauh lebih penting adalah bagaimana seorang ayah dan anak dapat kembali membuka hati.Bagaimana seorang ayah dapat kembali hadir dalam kehidupan anaknya, dan bagaimana seorang anak dapat merasakan bahwa dirinya tetap dicintai dan diperhatikan.Kini, setelah berhasil melewati perjuangan melawan penyakitnya, Azka mendapatkan satu hal yang tak kalah berharga: kembali dipertemukan dengan sang ayah.“Karena terkadang, yang paling dibutuhkan seorang anak bukan sekadar pemberian, tetapi kepastian bahwa ayahnya tetap ada dan peduli,” ucap Om Zein.Pertemuan itu pun menjadi pesan sederhana bahwa keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi alasan untuk memutus kasih sayang antara seorang ayah dan anak.Sebab bagi seorang anak, kehadiran orang tua bisa menjadi kekuatan yang jauh lebih berarti daripada apa pun yang dapat diberikan dalam bentuk materi. (Diskominfo Purwakarta)

Hadiri Hajat Mulud Desa Mekarjaya, Om Zein Dorong Tradisi Religius dan Budaya Terus Dilestarikan
Jumat, 11 September 2026 03:00

Hadiri Hajat Mulud Desa Mekarjaya, Om Zein Dorong Tradisi Religius dan Budaya Terus Dilestarikan

Jumat, 11 September 2026 03:00

Purwakarta - Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menghadiri undangan kegiatan ritual Hajat Mulud yang digelar masyarakat Desa Mekarjaya. Kegiatan tersebut berlangsung di rumah salah satu tokoh adat setempat dan diikuti masyarakat sebagai bagian dari tradisi tahunan dalam menyambut Bulan Mulud.Hajat Mulud merupakan tradisi yang secara rutin dilaksanakan masyarakat sebagai bentuk penghormatan dan pengingat terhadap kelahiran Nabi Muhammad SAW. Lebih dari sekadar tradisi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk melakukan introspeksi diri sekaligus mengingat kembali asal-usul manusia.Dalam suasana kebersamaan tersebut, masyarakat tidak hanya mempertahankan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi juga menguatkan nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Purwakarta.Dalam sambutannya, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menilai Hajat Mulud memiliki makna penting dalam membangun peradaban masyarakat.“Hajat Mulud merupakan bagian dari membangun peradaban. Oleh karena itu, kegiatan ini dapat dilaksanakan oleh setiap desa di Kabupaten Purwakarta,” ujar Om Zein.Menurutnya, tradisi masyarakat harus terus dirawat selama memiliki nilai positif dan mampu menjadi sarana untuk memperkuat karakter, kebersamaan, serta nilai-nilai religius di tengah masyarakat. Bupati berharap Hajat Mulud tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan semata. Lebih dari itu, tradisi tersebut diharapkan dapat menjadi gerakan bersama yang mampu memperkuat identitas masyarakat sekaligus mendorong pembangunan Purwakarta yang religius dan berbudaya.“Dengan adanya kegiatan ini, jangan hanya menjadi agenda seremonial semata, melainkan dapat menjadi gerakan bersama untuk membangun Purwakarta yang religius dan berbudaya,” pesannya.Hajat Mulud di Desa Mekarjaya pun menjadi gambaran bagaimana tradisi, agama, dan budaya dapat berjalan beriringan dalam kehidupan masyarakat. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diharapkan terus diwariskan kepada generasi berikutnya agar identitas budaya masyarakat Purwakarta tetap terjaga.Bagi Pemerintah Kabupaten Purwakarta, pelestarian tradisi lokal juga menjadi bagian dari upaya membangun peradaban yang tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat karakter, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat. (Diskominfo Purwakarta)

Strategi Optimalisasi PAD Purwakarta: Sinergi Pemda, Kejari, dan Kesadaran Publik
Kamis, 10 September 2026 05:47

Strategi Optimalisasi PAD Purwakarta: Sinergi Pemda, Kejari, dan Kesadaran Publik

Kamis, 10 September 2026 05:47

Purwakarta - Upaya mendongkrak kemandirian fiskal daerah melalui Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi sorotan utama dalam program talkshow yang disiarkan langsung oleh Radio Pro FM Purwakarta melalui kanal medsosnya, Kamis (10/9/2026).Talkshow yang dipandu oleh Host, Rudy Aliruda dengan narasumber Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein dan Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta, Yudhi Kurniawan itu mengupas tuntas berbagai strategi, tantangan, serta langkah mitigasi hukum yang melibatkan unsur pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.Dalam kesempatan tersebut, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein (Om Zein) menekankan bahwa kontribusi aktif masyarakat melalui ketaatan membayar pajak, khususnya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), merupakan fondasi penting dalam mempercepat laju pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas layanan publik."Setiap pendapatan dari pajak yang dibayarkan oleh masyarakat akan dikelola secara transparan dan akuntabel," kata Om Zein, dalam talkshow tersebut.Menurutnya, pengelolaan anggaran diarahkan untuk program-program yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga Purwakarta. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan tidak ada potensi pendapatan daerah yang terabaikan.Sementara, untuk memastikan proses optimalisasi PAD berjalan bersih dari penyimpangan, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, Yudhi Kurniawan memaparkan langkah-langkah mitigasi hukum strategis. Peran kejaksaan tidak hanya berfokus pada penindakan, melainkan pengawalan preventif."Bentuk Implementasinya, pertama berkaitan dengan pendampingan hukum (Datun) yaitu dengan cara memberikan legal assistance kepada pemda dan instansi pengelola agar regulasi retribusi serta pajak daerah berjalan sesuai koridor hukum," kata Yudhi.Kemudian, untuk pencegahan kebocoran PAD, Kejari juga melakukan pengawasan preventif terhadap celah kebocoran penerimaan dari sektor pajak, retribusi, maupun optimalisasi aset daerah yang belum produktif."Selanjutnya kami melakukan penyuluhan hukum, yaitu dengan mengedukasi instansi terkait dan wajib pajak guna menumbuhkan kesadaran hukum serta menghindari praktik kecurangan," ujar Kajari.Hal itu dilakukan guna penertiban kepatuhan, misalnya dengan menindak wajib pajak atau pelaku usaha yang tidak patuh dengan mengedepankan prosedur persuasif secara perdata.Menutup, Kajari mengatakan, melalui penguatan sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan kesadaran masyarakat yang semakin tinggi, Purwakarta optimistis mampu mengoptimalkan potensi PAD secara berkelanjutan. Langkah taktis ini diharapkan mampu menutup celah kebocoran fiskal sekaligus mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. (Diskominfo Purwakarta)

Agenda Bupati Purwakarta Hari Ini: Ajak Warga Desa Jaga Warisan Pertanian lewat Jagaraksa Tatanen
Rabu, 09 September 2026 04:24

Agenda Bupati Purwakarta Hari Ini: Ajak Warga Desa Jaga Warisan Pertanian lewat Jagaraksa Tatanen

Rabu, 09 September 2026 04:24

Purwakarta - Kehadiran Kejaksaan di tengah masyarakat, khususnya masyarakat petani yang menjadi salah satu garda terdepan ketahanan pangan. Kegiatan tersebut menjadi pemandangan berbeda ketika aparat penegak hukum yang selama ini identik dengan ruang sidang dan proses penegakan hukum, hadir langsung di tengah hamparan sawah.Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta, Yudhi Kurniawan, mengatakan penegakan hukum modern dan humanis tidak boleh hanya berhenti di balik dinding ruang persidangan.Menurutnya, hukum harus hadir secara nyata, menyapa masyarakat secara langsung, sekaligus menjadi pelindung dalam kehidupan sosial masyarakat.Melalui Program Kejaksaan Jagaraksa Tatanen, Kejaksaan Negeri Purwakarta ingin menegaskan bahwa institusinya tidak hanya hadir sebagai penegak hukum. Namun, Kejaksaan juga ingin menjadi sahabat dan mitra strategis bagi para petani."Kejaksaan tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat dan mitra strategis para petani. Kami mengajak seluruh lapisan petani untuk saling menggenggam tangan dan bersinergi sebagai garda terdepan ketahanan pangan daerah maupun nasional," kata Yudhi.Rabu (9/9).Yudi  menjelaskan, Program Kejaksaan Jagaraksa Tatanen memadukan semangat kepastian hukum dengan upaya pencegahan potensi kejahatan di sektor pertanian. Selain itu, program tersebut juga mengangkat nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Sunda yang menjunjung penghormatan terhadap alam, tanah, serta asas kekeluargaan.Yudhi berharap setiap benih padi yang ditanam dalam kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan panen bagi masyarakat. Lebih dari itu, benih yang ditancapkan ke bumi Purwakarta diharapkan juga menjadi simbol tumbuhnya keadilan, kepastian hukum, dan kesadaran bersama untuk menjaga serta memakmurkan tanah."Semoga setiap benih padi yang kita tancapkan ke bumi Purwakarta hari ini melahirkan bulir-bulir keberkahan," ujarnya.Sementara itu, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein mengapresiasi gagasan Program Jagaraksa Tatanen yang diinisiasi Kejaksaan Negeri Purwakarta. Program tersebut menjadi pengingat penting bahwa salah satu benteng pertahanan ekonomi berada di desa."Saya pikir ini sangat luar biasa dan untuk selalu mengingatkan bahwa benteng pertahanan ekonomi itu ada di desa. Pertahanannya ada di dunia pertanian," kata Om Zein.Om.Zein menilai, saat ini masih ada sebagian masyarakat desa yang mulai meninggalkan sektor pertanian dan memilih mengejar pekerjaan lain yang belum tentu memberikan kepastian.Padahal, pertanian merupakan salah satu warisan yang telah lama menjadi sumber kehidupan masyarakat.Menurut Om Zein, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama agar generasi muda dan masyarakat desa tidak semakin menjauh dari dunia pertanian.Selain menjadi pengingat pentingnya menjaga sektor pertanian, Om Zein menilai kehadiran Kejaksaan melalui program tersebut juga dapat memberikan rasa aman kepada para petani.Para petani, kata dia, dapat memperoleh pemahaman dan pendampingan terkait aspek hukum dalam menjalankan aktivitas pertanian.Ia menyebut tidak sedikit masyarakat yang melakukan kesalahan bukan karena memiliki niat buruk, melainkan karena kurang memahami aturan dan ketentuan hukum.Karena itu, kehadiran jaksa secara langsung di tengah masyarakat dinilai dapat memberikan pencerahan dan pemahaman hukum kepada para petani."Kadang petani melakukan sebuah kesalahan bukan karena dia sengaja, tapi karena dia tidak tahu. Dengan terus bertemu dan mendapatkan pemahaman dari jaksa, mereka akan mendapatkan pencerahan-pencerahan," kata Om Zein.Melalui Program Kejaksaan Jagaraksa Tatanen, kolaborasi antara Kejaksaan, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan tidak hanya berhenti di sawah Desa Ciracas.Program tersebut diharapkan dapat menjadi gerakan bersama untuk memperkuat sektor pertanian, memberikan kepastian hukum kepada petani, sekaligus menjaga ketahanan pangan dari desa untuk Purwakarta hingga tingkat nasional. (Diskominfo Purwakarta)

Kalender Kegiatan

Kegiatan Kabupaten Purwakarta

Wilujeung Sumping
Informasi
Air Mancur Sri Baduga Tidak Beroperasi
Informasi
Penghargaan Badan Publik Kategori Pemerintah Kabupaten/Kota Informatif
Informasi
SELAMAT & SUKSES kepada BENNI IRWAN PJ BUPATI PURWAKARTA

Hubungi Kami

JL. Gandanegara No. 25, Kelurahan Nageri Kidul, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat. Kode Pos 41111.

Telepon: (0264) 200036

Email: diskominfo@purwakartakab.go.id

Fax: (0264) 200037

Statistik Pengunjung

Hari ini : 3,792 Pengunjung.

Bulan ini : 84,416 Pengunjung.

Subscribe With Us

Subscribe to our mailing list to get the new updates!

© 2026 Pemerintah Kabupaten Purwakarta

Purwakarta Istimewa