Mewujudkan Purwakarta Istimewa
Apa yang membuat Anda tertarik
Sabtu, 25 Juli 2026 03:09
Purwakarta - Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, turun langsung mengantarkan bantuan air bersih dengan menjadi sopir mobil tangki untuk warga Desa Batu Tumpang, Kecamatan Tegalwaru, yang tengah dilanda krisis air bersih akibat musim kemarau.Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih. Warga menyambut kedatangan Om Zein dengan antusias karena bantuan air bersih sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.Om Zein mengatakan, meski musim kemarau baru berlangsung sekitar tiga bulan, Desa Batu Tumpang hampir setiap tahun mengalami kekeringan dan krisis air bersih. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Purwakarta."Persoalan ini tidak boleh terus berulang. Saya sudah memerintahkan agar segera dipasang instalasi pipa PDAM supaya masyarakat memiliki akses air bersih yang lebih baik dan tidak selalu bergantung pada bantuan mobil tangki saat musim kemarau," ujar Om Zein.Menurutnya, penyediaan jaringan air bersih merupakan solusi jangka panjang agar warga tidak lagi dihantui kekeringan setiap musim kemarau tiba.Selain memberikan solusi infrastruktur, Om Zein juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan menghentikan kebiasaan menebang pohon secara sembarangan.Ia menegaskan, kerusakan hutan menjadi salah satu penyebab berkurangnya daerah resapan air yang berdampak pada semakin seringnya kekeringan di berbagai wilayah."Kalau kebiasaan menebang pohon dan merusak hutan tidak dihentikan, ke depan dampaknya akan semakin parah. Air akan semakin sulit didapat, sumber mata air berkurang, dan masyarakat sendiri yang akan merasakan akibatnya," tegasnya.Om Zein mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan dan melakukan penanaman pohon sebagai upaya melestarikan sumber daya air bagi generasi mendatang.Pemerintah Kabupaten Purwakarta, lanjutnya, akan terus berupaya memberikan bantuan air bersih kepada wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan, sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur air bersih agar kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan. (Diskominfo Purwakarta)
Sabtu, 25 Juli 2026 02:12
Purwakarta - Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, menghadiri undangan acara Peresmian Gedung Wastu Jatnika Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) Polres Purwakarta yang digelar di Aula Tatag Trawang Tungga Polres Purwakarta, Jumat, (24/7/2026)Peresmian gedung tersebut berlangsung khidmat dan ditandai dengan pemotongan tumpeng, pengguntingan pita, serta penandatanganan batu prasasti sebagai simbol resmi dimulainya operasional Gedung Wastu Jatnika.Dalam sambutannya, Bupati Purwakarta yang akrab disapa Om Zein menyampaikan bahwa kehadiran Gedung Wastu Jatnika merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam memberikan perhatian terhadap seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani proses hukum.Menurutnya, penyediaan fasilitas tahanan yang layak bukan hanya sebatas memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana, tetapi juga merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan."Komitmen ini tidak hanya diberikan kepada masyarakat yang taat hukum, tetapi juga kepada masyarakat yang sedang berhadapan dengan proses hukum. Tempat yang layak merupakan bagian dari upaya memanusiakan manusia, menjadi ruang refleksi diri dan proses perbaikan ketika seseorang berada di titik terendah dalam kehidupannya," ujar Om Zein.Ia menjelaskan, nama "Wastu Jatnika" dipilih bukan tanpa makna. Nama tersebut diambil dari salah satu Raja Pajajaran yang dikenal sebagai pemimpin yang membawa kemakmuran bagi rakyatnya.Om Zein berharap filosofi tersebut dapat menjadi pengingat bagi setiap orang yang berada di dalam gedung ini agar menjadikan masa tahanan sebagai momentum untuk merenung, bertafakur, dan memperbaiki diri, bukan sekadar menjalani hukuman.Selain itu, Om Zein juga menekankan pentingnya menjaga identitas budaya sebagai fondasi dalam membangun peradaban bangsa."Tidak ada peradaban tanpa identitas. Hal ini diperlukan untuk masa depan generasi penerus bangsa," tegasnya.Ia berharap keberadaan Gedung Wastu Jatnika Sat Tahti Polres Purwakarta dapat memberikan manfaat bagi seluruh pihak, khususnya dalam mendukung proses pembinaan terhadap para tahanan sehingga penegakan hukum tetap berjalan dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan harapan akan perubahan yang lebih baik.Acara peresmian tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda, pimpinan Polres Purwakarta, para pejabat daerah, serta tamu undangan lainnya yang bersama-sama menyaksikan dimulainya fungsi gedung baru sebagai bagian dari peningkatan pelayanan dan pembinaan di lingkungan Polres Purwakarta. (Diskominfo Purwakarta)
Jumat, 24 Juli 2026 08:14
Purwakarta - Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, atau yang akrab disapa Om Zein, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek perbaikan jalan longsor di arah Liunggunung. Dalam sidak tersebut, Om Zein mendapati pengerjaan proyek oleh pihak pelaksana diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan standar keselamatan yang seharusnya.Langkah tegas ini diambil guna memastikan proyek infrastruktur di wilayah Kabupaten Purwakarta benar-benar berkualitas, tahan lama, serta tidak membahayakan keselamatan warga masyarakat yang melintas.Temuan Material Asal-asalan di LapanganDalam peninjauannya di lokasi kejadian, Bupati Purwakarta menyoroti sejumlah pelanggaran teknis yang dinilai sangat berisiko memicu tanah longsor susulan. Salah satu hal krusial yang menyita perhatiannya adalah penggunaan kain biasa untuk menahan pergerakan tanah.Menurut Om Zein, penahan tanah seharusnya memakai terpal tebal berstandar material proyek penanggulangan bencana. Penggunaan kain biasa dinilai sama sekali tidak efektif karena tanah akan dengan sangat mudah tergerus dan terkikis saat hujan deras turun.Tak berhenti di situ, Om Zein juga menemukan struktur pengamanan tanah berupa susunan bambu yang dipasang setengah-setengah. Pemasangan barikade bambu tersebut tidak menutup seluruh area dinding tanah secara penuh. Padahal, sesuai kaidah teknis penanganan lereng rentan longsor, pengamanan bambu harus dipasang secara full menyeluruh di sepanjang dinding tanah guna menopang beban lereng.Imbau Pemasangan Bambu Bitung untuk Ketahanan MaksimalGuna menjaga kestabilan kontur tanah agar tidak kembali amblas atau longsor di masa mendatang, Om Zein menegaskan agar pihak pemborong atau kontraktor mengoreksi kekeliruan tersebut. Ia meminta pelaksana proyek mengganti material kayu atau bambu biasa dengan bambu jenis Bitung.Bambu Bitung dikenal memiliki serat yang sangat tebal, elastisitas tinggi, dan daya tahan yang jauh lebih kuat terhadap kelembapan tanah jika dibandingkan dengan jenis bambu lainnya."Pemasangan bambu penahan ini tidak boleh asal pasang atau hanya separuh. Harus full di sisi dinding dan memakai bambu Bitung agar konstruksinya benar-benar kokoh menahan tekanan tanah," tegas Om Zein di lokasi.Peringatan Keras untuk Pihak KontraktorPernyataan tegas Bupati Purwakarta ini juga diunggah dan menjadi perbincangan hangat publik. Dikutip oleh Kesatu.co dari unggahan akun TikTok pribadi milik Om Zein, beliau menyampaikan pesan menohok agar seluruh pengembang dan kontraktor proyek di Purwakarta tidak main-main dalam mengerjakan fasilitas publik.Om Zein meminta pelaksana proyek perbaikan jalan arah Liunggunung ini segera melakukan perbaikan total sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan dokumen perjanjian kerja sama yang telah disepakati bersama sejak awal."Untuk meminimalisir kesalahan dan kekeliruan, Om Zein ingatkan agar kontraktor menggunakan bahan material dan volume yang sudah ditentukan dan disepakati dalam kontrak," tulis keterangan dalam unggahan akun TikTok pribadinya.Sidak marathon ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam mengawal setiap rupiah dana pembangunan daerah. Masyarakat berharap tindakan tegas Om Zein ini membuat kontraktor segera membenahi pengerjaan jalan Liunggunung sehingga akses transportasi warga dapat kembali aman dan lancar tanpa bayang-bayang ancaman longsor susulan. (Diskominfo Purwakarta)
Jumat, 24 Juli 2026 07:38
Purwakarta - Langkah perbaikan akses jalan yang terdampak longsor di wilayah Liung Gunung akhirnya resmi dimulai. Kabar ini menjadi angin segar bagi masyarakat setempat yang sudah lama menantikan pembenahan fasilitas publik tersebut. Namun, di tengah dimulainya pengerjaan infrastruktur ini, sebuah fakta mengejutkan justru ditemukan di lapangan.Para pekerja proyek yang mempertaruhkan keselamatan mereka di area rawan longsor tersebut ternyata belum dilindungi oleh asuransi keselamatan kerja.Sontak saja, temuan ini memicu reaksi keras dari Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, atau yang akrab disapa Om Zein.Teguran Keras Om Zein untuk Pelaksana ProyekKejadian ini terungkap setelah Om Zein mengunggah sebuah video melalui akun TikTok pribadinya. Dalam video yang mendadak viral dan banyak disoroti publik tersebut, tampak Bupati Purwakarta itu menegur pihak pelaksana proyek secara langsung dan tegas.Om Zein mengaku sangat kaget saat mengetahui fakta bahwa pekerjaan fisik di lapangan sudah mulai berjalan, sementara perlindungan asuransi bagi para buruh konstruksi baru hendak diurus."Mohon maaf, jadi sebelum bekerja semua asuransi sudah harus siap. Supaya kalau terjadi hal yang tidak diinginkan ada yang meng-cover," tegas Om Zein dalam unggahan video tersebut.Bagi Om Zein, keselamatan jiwa para pekerja tidak bisa ditawar atau dijadikan prioritas sekunder. Pekerjaan perbaikan jalan di lokasi rawan bencana seperti Liung Gunung memiliki risiko keselamatan yang sangat tinggi. Oleh karena itu, jaminan perlindungan seperti BPJS Ketenagakerjaan atau asuransi kerja lainnya wajib mengantongi status aktif sebelum alat berat pertama kali diturunkan.Pentingnya Jaminan Keselamatan di Sektor KonstruksiKasus di Liung Gunung ini membawa kembali sorotan pada kepatuhan kontraktor terhadap standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Proyek infrastruktur, terutama yang berlokasi di medan ekstrem bekas longsoran, menyimpan berbagai potensi bahaya, seperti:* Risiko Longsor Susulan: Pergerakan tanah yang belum stabil saat pengerjaan.* Kecelakaan Alat Berat: Pengoperasian mesin di lahan yang miring dan licin.* Cuaca Ekstrem: Hujan deras yang sewaktu-waktu bisa memperburuk kondisi medan.Mengingat tingginya ancaman bahaya tersebut, membiarkan buruh bekerja tanpa perlindungan finansial dan medis yang pasti adalah bentuk kelalaian fatal. Jaminan asuransi bukan sekadar formalitas dokumen administratif, melainkan hak paling mendasar bagi setiap pekerja agar keluarga mereka memiliki kepastian perlindungan.Komitmen Pemkab Purwakarta untuk Kawal Proyek InfrastrukturTindakan cepat Om Zein dalam menegur pelaksana proyek mendapat banyak apresiasi dari warga dan pengguna jalan. Langkah tegas ini dinilai sebagai bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Purwakarta dalam mengawasi setiap jalannya pembangunan fisik di wilayahnya, tak hanya dari segi kualitas bangunan, tetapi juga dari aspek kemanusiaan dan regulasi.Pemkab Purwakarta meminta pihak pelaksana untuk segera membereskan seluruh administrasi perlindungan kerja bagi seluruh staf dan buruh proyek di Liung Gunung sebelum melanjutkan tahapan pekerjaan skala besar.Harapan Masyarakat dan Kelanjutan ProyekMasyarakat berharap perbaikan jalan arah Liung Gunung ini dapat rampung tepat waktu tanpa mengabaikan aspek keselamatan. Akses jalan ini sangat vital untuk menunjang roda perekonomian dan mobilitas harian warga Purwakarta.Di sisi lain, peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi seluruh kontraktor dan pelaksana proyek pembangun infrastruktur lainnya di Purwakarta. Pemerintah daerah menegaskan tidak akan mentolerir pihak manapun yang mengabaikan hak-hak dasar dan keselamatan para pekerja di lapangan. (Diskominfo Purwakarta)
Kegiatan Kabupaten Purwakarta