Purwakarta - Kepedulian terhadap warga yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) turut ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Purwakarta.
Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Purwakarta berhasil menghimpun donasi sebesar Rp100 jutauntuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Penggalangan dana tersebut dilakukan bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Donasi dihimpun sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat NTT yang tengah menghadapi dampak bencana.
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein mengatakan, dana yang terkumpul sempat direncanakan untuk disalurkan bersama bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Namun, setelah dilakukan koordinasi, Pemkab Purwakarta memutuskan agar bantuan tersebut diberikan secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan di daerah terdampak.
“Alhamdulillah terkumpul Rp100 juta. Awalnya akan digabungkan dengan bantuan dari provinsi, tetapi karena bantuan provinsi sudah lebih dulu berjalan, akhirnya kami putuskan bantuan ini disampaikan langsung kepada warga yang membutuhkan di NTT,” ujar Om Zein, Selasa (1/9/2026).
Penyaluran bantuan rencananya dilakukan secara langsung ke Kampung Riit Desa Blatatin, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka.
Bantuan tersebut akan diantar oleh Monic, warga asal NTT yang saat ini bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purwakarta.
“Ini adalah titipan dari ASN Kabupaten Purwakarta. Mudah-mudahan bantuan ini bisa membantu warga yang terdampak dan menjadi bukti bahwa masyarakat Purwakarta ikut merasakan dan peduli terhadap penderitaan saudara-saudara kita di NTT,” ungkapnya.
Penyaluran secara langsung tersebut diharapkan membuat bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan, sekaligus memastikan penggunaannya sesuai dengan kondisi di lapangan.
Om Zein meminta agar dana bantuan tidak disalurkan secara sembarangan. Menurutnya, kondisi masyarakat dan tingkat kerusakan akibat bencana harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan penerima bantuan.
“Manfaatkan bantuan Rp100 juta ini dengan sebaik-baiknya sesuai kebutuhan masyarakat. Lihat tingkat kerusakannya, siapa yang paling membutuhkan, lalu salurkan dengan adil dan dicatat dengan baik,” tegasnya.
Ia berharap bantuan yang berasal dari kepedulian para ASN Purwakarta tersebut dapat memberikan manfaat bagi warga terdampak, meski nilainya tidak sebanding dengan seluruh kebutuhan pemulihan pascabencana.
Bagi Pemkab Purwakarta, bantuan tersebut menjadi bentuk solidaritas antardaerah sekaligus pesan bahwa masyarakat yang sedang menghadapi musibah tidak sendirian.
"Semangat gotong royong yang menjadi bagian dari nilai sosial masyarakat diharapkan terus tumbuh, terutama ketika bencana menimpa saudara sebangsa di daerah lain,"pungkasnya. (Diskominfo Purwakarta)