Purwakarta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta bergerak cepat dalam menangani potensi krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayahnya. Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, atau yang akrab disapa Om Zein, memberikan himbauan tegas sekaligus menenangkan masyarakat yang tengah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Om Zein meminta seluruh warga Purwakarta tidak ragu atau menunda untuk segera melaporkan kondisi di daerah masing-masing jika pasokan air bersih mulai menipis atau sulit didapatkan.

Alur Pelaporan Cepat Bantuan Air Bersih

Untuk memastikan bantuan terdistribusi secara efektif dan tepat sasaran, masyarakat dapat menggunakan rantai birokrasi paling terdekat hingga pusat layanan pengaduan resmi milik pemerintah daerah.

Masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih diimbau untuk segera melapor melalui jalur berikut:

* RT dan RW setempat

* Kepala Desa (Kades)

* Camat di wilayah masing-masing

* Posko Pengaduan Bale Katresna

"Pokoknya jangan khawatir. Begitu mengalami krisis atau kekurangan air bersih, segera lapor ke RT, RW, Kades, Camat, atau langsung ke Bale Katresna," ujar Om Zein melalui unggahan di akun TikTok pribadinya, Kamis (23/7/2026).

Komitmen Pemkab Purwakarta: Jangkau Seluruh Pelosok

Pemerintah Kabupaten Purwakarta menjamin bahwa setiap laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti dengan pengiriman armada tangki air bersih. Om Zein menegaskan bahwa armada penyalur air bersih milik pemkab terus beroperasi tanpa henti untuk menjangkau seluruh pelosok wilayah Kabupaten Purwakarta yang membutuhkan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, terutama untuk konsumsi, memasak, dan sanitasi, tetap terpenuhi dengan baik di tengah kendala cuaca maupun pasokan air.

Respons Cepat di Desa Batu Tumpang, Kecamatan Tegalwaru

Menjawab kabar terkait kelangkaan air bersih di daerah tertentu, Om Zein secara spesifik mengklarifikasi penanganan di wilayah Kecamatan Tegalwaru. Pihaknya memastikan penanganan telah dilakukan dengan cepat dan sigap.

"Terkhusus yang kemarin di Desa Batu Tumpang, Kecamatan Tegalwaru, sesungguhnya kami sudah mengirim air bersih. Bahkan saat ini sudah mengirim hampir 40 ribu liter air ke lokasi tersebut," tegas Om Zein.

Pengiriman puluhan ribu liter air bersih ini menjadi bukti nyata bahwa Pemkab Purwakarta tidak tinggal diam dalam merespons aduan warga. Armada mobil tangki penyuplai air bersih terus dimaksimalkan untuk menyisir daerah-daerah rawan kekeringan di seluruh penjuru Purwakarta.

Balai Katresna Jadi Pusat Layanan Aduan Warga

Hadirnya Bale Katresna sebagai salah satu saluran pengaduan dinilai sangat membantu mempercepat koordinasi antara masyarakat dan pemerintah daerah. Dengan sistem pelaporan yang responsif, keluhan masyarakat mengenai krisis air dapat ditangani dalam waktu singkat tanpa birokrasi yang berbelit-belit.

Pemerintah menghimbau agar jajaran pengurus RT, RW, hingga tingkat Camat selalu sigap memantau kondisi ketersediaan air bersih di wilayahnya masing-masing. 

Jika ditemukan ada permukiman yang mulai kekeringan, pendataan dan pelaporan harus segera dilakukan agar armada tangki air bisa langsung diluncurkan ke lokasi target.

Dengan kesiapan armada dan sinergi antara warga serta aparat pemerintah, Pemkab Purwakarta optimis masalah krisis air bersih di berbagai titik dapat teratasi dengan baik. Warga diimbau untuk tetap tenang dan memanfaatkan saluran pengaduan yang telah disiapkan jika membutuhkan pasokan air bersih emergency. (Diskominfo Purwakarta)