Purwakarta – Pemerintah Kabupaten Purwakarta terus memperkuat upaya penanganan sampah melalui peningkatan partisipasi masyarakat. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Purwakarta, Ir. Sri Jaya Midan, M.P., mewakili Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein, secara resmi membuka Pelatihan Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah.
Kegiatan yang digelar Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri tersebut berlangsung di Bale Linuhung, Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program *Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP), yang difasilitasi oleh Kementerian Dalam Negeri bersama Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian Pekerjaan Umum.
Dalam sambutannya, Sri Jaya Midan menyampaikan apresiasi kepada Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri yang telah memilih Kabupaten Purwakarta sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, pelatihan ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Peraturan Bupati Nomor 28 Tahun 2025 tentang Peta Jalan dan Rencana Aksi Daerah Penuntasan Pengelolaan Sampah.
Ia mengungkapkan, persoalan sampah di Kabupaten Purwakarta membutuhkan perhatian serius. Pasalnya, volume timbulan sampah saat ini telah mencapai 410,73 ton per hari.
Besarnya volume tersebut menjadi tantangan yang tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, terutama dari rumah tangga. Karena itu, kesadaran dan partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Purwakarta terus memperkuat program Raksapuri atau Gerakan Berkah Sampah untuk Purwakarta Istimewa.
Program ini diarahkan untuk membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik melalui tiga langkah utama.
Pertama, mendorong pemilahan sampah sejak dari rumah tangga melalui pengembangan dan penguatan Bank Sampah.
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi sampah yang tercampur sekaligus meningkatkan nilai guna sampah yang masih dapat dimanfaatkan.
Kedua, mengembangkan ekonomi sirkular dan kegiatan daur ulang agar sampah tidak semata-mata dipandang sebagai limbah, tetapi juga berpotensi menjadi sumber daya ekonomi bagi masyarakat.
Ketiga, membentuk Bank Sampah Unit di setiap desa dan kelurahan. Upaya tersebut akan didukung optimalisasi Bank Sampah Induk, pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), serta modernisasi TPA Cikolotok dari sistem open dumping menuju sistem *sanitary landfill modern.
Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah berharap penanganan sampah dapat dilakukan secara lebih terintegrasi, mulai dari tingkat rumah tangga hingga tempat pemrosesan akhir.
Pelaksanaan pelatihan juga ditandai dengan penyerahan tempat sampah terpilah sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat membiasakan diri memisahkan sampah berdasarkan jenisnya sehingga proses pengumpulan, pengolahan, dan daur ulang dapat berjalan lebih efektif.
Pemkab Purwakarta berharap pelatihan ini tidak hanya menjadi kegiatan peningkatan kapasitas, tetapi juga mampu menghasilkan perubahan perilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Partisipasi warga, mulai dari memilah sampah di rumah, memanfaatkan Bank Sampah, hingga mendukung kegiatan pengolahan berbasis masyarakat, dinilai menjadi bagian penting dari keberhasilan program penuntasan pengelolaan sampah.
Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, Kabupaten Purwakarta diharapkan mampu memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu sekaligus mengurangi beban sampah yang berakhir di TPA.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen mewujudkan lingkungan desa dan kelurahan yang bersih, sehat, dan lestari demi tercapainya Purwakarta Istimewa. (Diskominfo Purwakarta)