Purwakarta - Setelah Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh kritik tajam netizen terkait sebuah lagu berjudul "Lalaki Langit Lalanang Bejad".
Lagu yang dinilai kontroversial tersebut menyeret nama Bupati Purwakarta, Om Zein. Menanggapi polemik yang menggelinding panas di tengah masyarakat, Penjabat Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), langsung memanggil sang bupati untuk memberikan klarifikasi.
Pemanggilan tersebut disiarkan secara terbuka melalui kanal YouTube resmi Kang Dedi Mulyadi. Langkah ini diambil sebagai bentuk pembinaan agar kegaduhan di publik tidak terus berlarut-larut.
KDM: Bukan Hukuman, Melainkan Pembinaan Kepala Daerah
Dalam video podcast tersebut, Kang Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kehadiran Bupati Purwakarta Om Zein bukan untuk diadili atau dijatuhi hukuman. KDM menjelaskan batasan wewenang yang dimilikinya sebagai pemimpin wilayah Jawa Barat.
"Jadi Bapak Bupati (Om Zein) sengaja kita undang pada hari ini tidak untuk melakukan hukuman, karena kita tidak punya otorisasi untuk memberikan hukuman kepada Kepala Daerah," ujar KDM.
"Tetapi kita ini diberikan tugas untuk melakukan pembinaan, pengawasan terhadap kinerja Pemerintah Daerah. Sebenarnya kalau sanksi itu ada di Kemendagri," tambahnya secara jelas.
Perjalanan Spiritual dan Masa Lalu Kelam Om Zein
Ditulis Sejak Tahun 2020 berbentuk Puisi
Saat dikonfirmasi langsung oleh KDM mengenai latar belakang lahirnya lirik lagu "Lalaki Langit Lalanang Bejad", Om Zein membeberkan fakta di balik proses kreatifnya. Ia mengungkapkan bahwa karya tersebut lahir dari gejolak batin masa lalunya yang kelam jauh sebelum ia menjabat sebagai orang nomor satu di Purwakarta.
Asal-usul Lirik: Berawal dari suasana kebatinan dan perjalanan spiritual pribadi yang berliku.
Waktu Pembuatan: Ditulis pertama kali dalam bentuk puisi pada tahun 2020.
Tema Utama: Refleksi kisah hidup, lika-liku asmara, dan kondisi keluarganya pada saat itu.
KDM pun meluruskan pemahaman publik agar tidak terjadi salah paham. Ia membenarkan bahwa proyek lagu tersebut dibuat saat Om Zein masih berstatus sebagai pengusaha, bukan seorang pejabat publik.
"Bapak ini sebelum jadi Bupati itu nakal, makanya membuat lirik Lalaki Langit Lalanang Bejad," celetuk KDM yang langsung diamini oleh Om Zein.
"Iya itu betul cerita tentang diri saya," jawab Om Zein jujur.
Bupati Purwakarta Minta Maaf: Murni Otobiografi, Bukan Merendahkan Wanita
Meskipun liriknya menuai reaksi negatif karena dinilai menggunakan diksi yang kurang pantas, Om Zein menegaskan sama sekali tidak ada niat untuk merendahkan kaum perempuan. Lagu tersebut murni merupakan otobiografi atau refleksi atas kenakalan masa lalunya sendiri.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada warga Purwakarta dan masyarakat luas, Om Zein menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
"Saya mohon maaf jika ada pihak yang merasa tidak nyaman dengan lirik lagu itu. Namun tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu. Itu murni cerita tentang diri saya sendiri," tegas Om Zein mengakhiri klarifikasinya.
Dengan adanya penjelasan langsung di hadapan Kang Dedi Mulyadi, diharapkan masyarakat dapat melihat konteks utuh di balik lagu "Lalaki Langit Lalanang Bejad" sebagai bagian dari masa lalu seseorang yang kini telah berproses menjadi lebih baik. (Diskominfo Purwakarta)