Purwakarta - Sebuah momen penuh haru biru menyelimuti jagat media sosial baru-baru ini. Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, atau yang akrab disapa Om Zein, kembali menunjukkan aksi spontan yang menyentuh hati masyarakat. 

Kali ini, seorang emak-emak tua pedagang anyaman bambu asal Wanayasa mendapat rezeki melimpah ruah setelah tak sengaja bertemu dengan orang nomor satu di Purwakarta tersebut.

Momen hangat ini terekam dalam sebuah video yang diunggah di akun TikTok pribadi milik Om Zein dan langsung memancing simpati serta kekaguman dari netizen.

Aksi Spontan Om Zein Turun dari Mobil

Cerita bermula ketika Om Zein sedang dalam perjalanan dinasnya melintasi jalanan Purwakarta. Di tengah jalan, pandangannya tertuju pada sesosok nenek tua yang tengah berjalan kaki sambil memikul beban berat. Lansia tersebut rupanya adalah seorang pedagang keliling yang menjajakan kerajinan tangan dari anyaman bambu, seperti cetok (topi caping), nyiru (tampah), hingga boboko (bakul nasi).

Melihat kondisi fisik sang emak yang sudah tampak rapuh namun tetap gigih mencari nafkah, jiwa sosial Om Zein langsung tergerak. Tanpa ragu, ia meminta sopirnya untuk tiba-tiba berhenti dan langsung turun dari mobil untuk menghampiri pedagang paruh baya tersebut.

"Emak pedagang ini berasal dari Wanayasa. Beliau biasa berjualan sehabis Subuh, berjalan kaki menyusuri jalan raya demi mengais rezeki," tulis narasi yang dihimpun dari unggahan tersebut.

Ketika diajak berbincang santai oleh Om Zein, sang emak menceritakan rutinitas kesehariannya. Uniknya, emak mengaku tidak berjualan setiap hari. Beliau menerapkan sistem selang dua hari, di mana hari-hari jedanya sengaja digunakan untuk fokus mengikuti kegiatan pengajian atau tolabul ilmi demi menuntut ilmu agama.

Borong Dagangan Hingga Beri "Bekal" untuk Istirahat

Mendengar cerita dan kegigihan sang emak yang seimbang dalam mengejar dunia dan akhirat, Om Zein merasa sangat tersentuh. Sebagai sosok pemimpin yang memang dikenal gemar berbagi dan terbiasa memberi, Om Zein langsung mengambil tindakan konkret. 

Ia memutuskan untuk memborong seluruh barang dagangan yang dibawa oleh emak hari itu. Total belanjaan anyaman bambu tersebut mencapai Rp465.000.

Namun, kebaikan Bupati Purwakarta ini tidak berhenti sampai di situ. Sadar akan kondisi fisik sang emak yang sudah rentan dan tidak muda lagi, Om Zein menyarankan agar emak beristirahat di rumah saja dan tidak usah memikul dagangan keliling selama satu bulan ke depan.

Sebagai gantinya, Om Zein memberikan uang tambahan sebesar Rp1.000.000 tunai sebagai biaya hidup agar sang emak bisa beristirahat dengan tenang tanpa memikirkan setoran atau modal. 

Mendapat perlakuan sespesial itu, tangis haru gembira pun pecah dari raut wajah sang emak yang tampak tak menyangka akan bertemu dengan rezeki nomplok.

Bantuan Tambahan untuk Biaya Pengobatan Mata

Di tengah suasana penuh haru tersebut, emak sempat bercerita sedikit mengenai kondisi kesehatannya kepada Om Zein. Beliau mengaku bahwa baru-baru ini sempat mengalami sakit mata yang cukup mengganggu dan saat ini statusnya masih dalam masa pengobatan serta rawat jalan.

Mendengar keluhan warganya yang sedang sakit, sifat dermawan Om Zein kembali terusik. Tanpa berpikir panjang, ia kembali merogoh kantongnya dan menambahkan bantuan uang tunai senilai ratusan ribu rupiah. 

Uang tersebut diniatkan Om Zein sebagai bekal transport dan tabungan tambahan jika sewaktu-waktu emak harus pergi berobat lagi ke klinik atau rumah sakit.

Dengan tangan gemetar dan mata berkaca-kaca menahan air mata bahagia, sang emak terus mengucapkan rasa syukur yang mendalam atas kebaikan sang Bupati.

"Terimakasih, jazakumullah khairan katsiran ada miliknya Emak," ucap emak dengan tulus sembari mendoakan kebaikan untuk Om Zein.

Kisah nyata ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian seorang pemimpin terhadap rakyat kecil dapat memberikan dampak psikologis dan ekonomi yang luar biasa. 

Aksi humanis Om Zein ini pun menuai banyak pujian dari masyarakat Purwakarta yang berharap sikap asih, asah, dan asuh seperti ini terus dilestarikan. (Diskominfo Purwakarta)